Daerah  

Wali Kota Medan Luncurkan Kelas Digital


Peran Guru dan Teknologi dalam Membangun Indonesia Emas 2045

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan bahwa pendidik memiliki peran penting dalam menciptakan generasi unggul yang akan membawa Indonesia menuju masa depan gemilang pada tahun 2045. Pernyataan ini disampaikan saat ia hadir dalam acara penyerahan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) serta peluncuran kelas digital dan puncak karya budayawan masuk sekolah yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.

Peran Guru dalam Membentuk Generasi Unggul

Rico mengungkapkan bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 bergantung pada bagaimana anak-anak didik saat ini diberi pendidikan berkualitas. Ia menekankan bahwa guru adalah tulang punggung utama dalam membangun fondasi pendidikan yang kuat.

“Anak-anak yang dididik hari ini akan menjadi pemimpin di masa depan. Oleh karena itu, guru-guru harus terus meningkatkan kualitas pengajaran agar bisa menciptakan generasi yang tangguh,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan perhatian besar terhadap pendidikan dan kesejahteraan siswa, baik dari segi gizi maupun pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk memastikan para siswa memiliki intelegensi, kesehatan fisik, dan mental yang kuat.

Modernisasi Pendidikan melalui Kelas Digital

Dalam acara tersebut, Rico juga meresmikan kelas digital yang menjadi langkah awal dalam modernisasi dunia pendidikan di Kota Medan. Ia berharap dengan adanya kelas digital, siswa dapat lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Kelas digital akan membantu siswa berpikir lebih cepat dan efisien dalam proses belajar,” kata Rico.

Namun, ia juga menekankan bahwa meski teknologi sangat penting, ada hal-hal yang tidak bisa digantikan oleh alat digital. Salah satunya adalah hati dan mentalitas siswa. Ia menegaskan bahwa hanya melalui pendidikan yang baik dari guru, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berintegritas.

Pentingnya Budaya Lokal dalam Pendidikan

Selain itu, Rico juga menyoroti pentingnya memperkenalkan budaya lokal kepada siswa. Ia khawatir budaya asli Indonesia akan tergerus oleh pengaruh budaya asing akibat perkembangan zaman.

“Budaya kita harus tetap dilestarikan. Salah satu caranya adalah dengan memasukkan budaya lokal ke dalam sistem pendidikan,” ujarnya.

Acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian budaya yang ditampilkan oleh siswa-siswi. Selain itu, Wali Kota juga menyerahkan bantuan kepada siswa kurang mampu dan memberikan sertifikat kepada guru-guru berprestasi.

Bantuan Siswa Miskin dan Pengembangan Kelas Digital

Benny Sinomba Siregar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan terdiri dari dua bentuk: bantuan uang tunai dan perlengkapan sekolah. Untuk siswa SD, bantuan uang tunai sebesar Rp450.000 per tahun, sedangkan untuk siswa SMP sebesar Rp750.000 per tahun. Total penerima bantuan mencapai 80.000 siswa.

Selain itu, acara ini juga dilengkapi dengan peluncuran kelas digital di SMP N 11 Medan. Sebanyak 25 SD dan 25 SMP Negeri di Kota Medan akan menjadi pilot project dalam pengembangan kelas digital.

“Program ini sejalan dengan visi Wali Kota Medan untuk menciptakan kota yang unggul melalui pendidikan digital berbasis smart class dan metaverse,” tambah Benny.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan dapat membantu siswa menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan berubah cepat. Pendidikan yang berkualitas, didukung oleh teknologi dan budaya lokal, akan menjadi fondasi kuat dalam membangun Indonesia Emas 2045.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *