Daerah  

Waka BGN Sebut Ada Politikus yang Minta Urus Dapur MBG: Enak Aja


Wakil Kepala BGN Akui Ada Politikus yang Minta Dapur MBG di Tengah Kasus Keracunan

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengungkapkan adanya permintaan dari seorang politikus yang ingin mengambil alih dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat kasus keracunan siswa sedang ramai dibicarakan. Peristiwa ini terjadi setelah ia merasa tidak nyaman dengan tindakan tersebut dan langsung memblokir nomor WhatsApp si politikus tersebut.

Nanik menceritakan bahwa ada seseorang yang mengirim pesan melalui WhatsApp kepadanya dengan nada yang tidak sopan. Ia mengatakan bahwa pesan tersebut berisi permintaan yang tidak pantas, yaitu meminta perhatian terhadap dapur MBG. Ia merasa bahwa sebagai politikus, orang tersebut seharusnya membantu menyampaikan informasi tentang masalah keracunan, bukan justru menuntut akses ke dapur.

“Saya langsung memblokirnya. Enak saja dia mengurusin dapur,” ujarnya dengan nada tegas. Ia menekankan bahwa situasi ini sangat serius dan tidak boleh dianggap remeh.

Langkah Tegas untuk Menjaga Keselamatan Anak-Anak

Nanik menjelaskan bahwa dirinya akan menutup semua dapur MBG yang tidak mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan. Ia menegaskan bahwa ia tidak peduli siapa pemilik dari dapur tersebut, apakah itu milik jenderal atau siapa pun.

“Kalau mereka melanggar, saya akan tutup. Saya tidak peduli. Karena ini berkaitan dengan nyawa manusia,” katanya. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak, karena mereka adalah kelompok yang sangat rentan dan tidak bisa mudah mendapatkan makanan.

Menurut Nanik, program MBG bertujuan untuk memberikan makanan bergizi kepada anak-anak yang kurang mampu. Namun, jika ada pihak yang tidak menjalankan SOP dengan baik, maka program ini bisa menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak.

Permintaan yang Tidak Sesuai dengan Tujuan Program

Ia juga menyampaikan bahwa ada politikus yang secara tidak sopan meminta akses ke dapur MBG. Nanik menilai hal ini sangat tidak sesuai dengan tujuan program yang sebenarnya.

“Jangan main-main dengan urusan kesehatan anak. Ini adalah program yang bertujuan untuk membantu anak-anak yang sulit mendapatkan makanan. Tapi malah ada yang berebutan,” ujarnya.

Nanik menegaskan bahwa negara hadir untuk memberikan makanan kepada anak-anak yang membutuhkan. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama untuk menjaga kualitas dan keselamatan makanan yang diberikan.

Pentingnya Tanggung Jawab dan Kesadaran Bersama

Ia juga menyoroti pentingnya tanggung jawab dari semua pihak terkait. Setiap individu yang terlibat dalam program ini harus sadar bahwa tindakan mereka bisa berdampak langsung pada kesehatan anak-anak.

“Kita harus lebih hati-hati dan profesional dalam menjalankan program ini. Jangan sampai niat baik justru berujung pada bahaya,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah tegas dan komitmen untuk menjaga kualitas makanan, Nanik berharap program MBG dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *