Upaya Mengaktifkan Kembali Bandara Internasional Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya untuk menghidupkan kembali Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang berada di Kabupaten Majalengka. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa ada tiga langkah utama yang akan dilakukan guna menjadikan BIJB Kertajati sebagai tempat penerbangan dalam dan luar negeri.
Menjadikan BIJB Kertajati sebagai Pusat Penerbangan Haji dan Umrah
Langkah pertama yang akan ditempuh adalah menjadikan BIJB Kertajati sebagai pusat penerbangan haji dan umrah. Untuk mendukung hal ini, Pemda Provinsi Jabar siap membangun asrama haji di sekitar bandara tersebut.
Dedi Mulyadi menyatakan bahwa jika telah tercapai kesepakatan dan tersedia pesawat yang cukup, pemerintah provinsi akan segera membangun asrama haji di dekat Kertajati. Hal ini bertujuan untuk memudahkan jemaah haji dan umrah dalam melakukan perjalanan mereka.
Menjadikan BIJB Kertajati sebagai Pusat Industri Pertahanan Dalam Negeri
Langkah kedua yang akan dilakukan adalah menjadikan BIJB Kertajati sebagai pusat industri pertahanan dalam negeri. Dedi menyarankan agar PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad dapat memindahkan operasionalnya ke sekitar area bandara tersebut.
Ia berharap bahwa dengan adanya industri pertahanan dalam negeri di sekitar BIJB Kertajati, maka kawasan ekonomi khusus akan berkembang. Dedi juga menyebutkan bahwa perusahaan seperti PT DI dan Pindad tidak perlu lagi berada di Bandung, tetapi bisa dipindahkan ke Kertajati.
Menurutnya, kehadiran industri pertahanan akan menjadi daya tarik bagi industri-industri lainnya. Hal ini akan membuat BIJB Kertajati semakin berkembang dan memiliki nilai tambah yang signifikan.
Memperkuat Infrastruktur dan Konektivitas
Langkah ketiga yang akan dilakukan adalah memperkuat infrastruktur dan konektivitas di sekitar BIJB Kertajati. Dedi menilai bahwa peningkatan infrastruktur akan menjadi daya tarik dan nilai lebih dari bandara tersebut.
Salah satu yang perlu diperhatikan adalah pengembangan jalur kereta api serta jarak yang relatif dekat ke Cirebon. Dedi berharap dengan adanya fasilitas-fasilitas industri di sekitar BIJB Kertajati, baik industri manufaktur maupun industri pertahanan dalam negeri, akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan wilayah tersebut.
Kesimpulan
Dengan tiga langkah utama yang direncanakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mengaktifkan kembali BIJB Kertajati. Tujuan utamanya adalah menjadikan bandara tersebut sebagai pusat penerbangan haji dan umrah, pusat industri pertahanan dalam negeri, serta meningkatkan infrastruktur dan konektivitas. Dengan demikian, BIJB Kertajati diharapkan dapat menjadi salah satu ikon penting di Jawa Barat yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
