Cuaca Ekstrem Mengguncang Kota Tasikmalaya
Pada hari Kamis, 25 September 2025, kota Tasikmalaya dilanda cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras disertai angin kencang. Cuaca ini terjadi sejak sore hari hingga malam hari dan menyebabkan berbagai bencana alam di beberapa titik wilayah kota.
Berdasarkan data dari Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, kejadian bencana alam meliputi banjir genangan, pohon tumbang, rumah roboh, serta longsoran tanah. Koordinator URC BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, menjelaskan bahwa laporan masyarakat tentang bencana tersebut didominasi oleh banjir genangan, pohon tumbang, atap rumah yang tersapu angin, dan kerusakan pada bangunan rumah.
Beberapa lokasi yang terdampak banjir genangan antara lain Jalan AH Nasution, Kampung Desa Kaler, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi. Dalam kejadian ini, satu unit rumah mengalami dampak. Selain itu, banjir juga terjadi di Kampung Arsani, Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, dan di Kampung Rarangjami, Kelurahan/Kecamatan Indihiang.
Pohon tumbang terjadi di beberapa tempat seperti Jalan Paseh, Gang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung. Pohon tumbang juga terjadi di Kampung Sampang Tanjung, Kelurahan Sukamaju Kidul, serta di Kampung Garunggang, Kelurahan/Kecamatan Indihiang, dan Babakan Peundeuy, Kelurahan Sukamaju Kaler.
Adapun kerusakan rumah terjadi di Kampung Rancageneng, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Bungursari, serta di Kampung Sukarindik dan Kampung Leuwidahu, Kelurahan Paraknyasag, Kecamatan Indihiang. Sementara itu, longsoran tanah terjadi di Cihandiwung, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Indihiang.
Harisman mengatakan bahwa sejak sore hingga malam hari, pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai banjir genangan, pohon tumbang, dan kerusakan rumah akibat cuaca ekstrem. Untuk menangani situasi ini, tim URC BPBD bersama relawan segera melakukan penanganan di lapangan.
Selain itu, pihak BPBD juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait, aparat kewilayahan, dan relawan untuk membantu warga yang terdampak. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta segera melaporkan ke BPBD jika terjadi kejadian serupa agar dapat segera ditangani.
BPBD Kota Tasikmalaya juga menyiagakan Unit Reaksi Cepat (URC) selama 24 jam untuk menangani darurat bencana. Menurut Harisman, banjir genangan disebabkan oleh air sungai yang meluap akibat drainase yang tersumbat sampah. Hal ini menunjukkan pentingnya kebersihan lingkungan dalam mencegah bencana alam yang bisa terjadi kembali.
