mediaawas.com, PALEMBANG –
Pelatih kepala Sumsel United FC masih belum mau bicara tentang filosofi pakem jelang mengarungi kompetisi Pegadaian Liga 2 2025/26.
“Nantilah, itu kan materi pemainnya belum ada lagi. Nanti kita bicara,” kata coach Nil Maizar ketika ditanya pakem filosofinya usai launching logo, jersey dan pelatih Sumsel United FC di Hotel Harper Palembang, Sabtu (14/6/2025) malam.
Sosok Nil Maizar dikenal sebagai pelatih yang cukup meyakinkan ketika menjadi pelatih Sriwijaya FC di musim kompetisi 2020/21.
Selama menjalani babak penyisihan saat itu di bawah asuhan coach Nil Maizar, para pendukung Sriwijaya FC di Sumsel merasakan optimisme menyaksikan timnya menghadapi setiap lawan hingga akhirnya lolos ke babak 8 besar.
“Yang penting di sepakbola itu bagaimana bertahan bagus, bagaimana menyerang bagus. Tapi yang paling penting transisi. Kalau Anda transisi gak bagus, bagaimana mau main bagus. Dan itu perlu kita latih,” kata coach Nil Maizar kelahiran Payakumbuh (Sumatera Barat), 2 Januari 1970.
Sementara ketika ditanya wartawan terkait model taktik permainan, Nil Maizar yang mantan Pelatih Timnas 2011/12 secara gamblang menyebut alasan biasa memakai 4-2-3-1.
“Permainan gaya itu bisa kita mainkan seperti Timnas 3-4-3, bisa 4-2-3-1, bisa kita mainkan 4-3-3, tapi kalau saya biasanya menggunakan 4-2-3-1. Jadi bagus dalam menyerang, bagus dalam bertahan,” kata Nil Maizar.
Namun, ia mengingatkan bahwa yang terpenting adalah kekuatan tim yang akan menang dalam pertandingan ketika transisi mereka bagus.
“Jika kita melihat bagaimana Jepang menghancurkan Timnas Indonesia, ya kita jangan sampai begitu,” ujarnya.
Tapi cara berpikirnya jelas ketika dia menyerang pertahanan lawan. Tidak semudah yang dibayangkan, ada desain latihannya, ada desain planningnya.
Menurutnya latihannya bukan sehari dua hari. Untuk persiapan tim Sumsel United FC mudah-mudahan masih ada waktu 3 bulan kalau kick-offnya itu September 2025.
“Kita buat yang terbaik dan tentu perlu dukungan segala pihak. Kita lihat aplikasinya nanti dan itu butuh proses latihan, training, game, training, game, Latihan, game, dan game,” pungkasnya.
