Daerah  

Sidang III DPRD TTU Ricuh, Anggota Golkar dan Ketua DPRD Berdebat Keras


Sidang DPRD TTU Berakhir dengan Debat Kusir

Sidang III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025, diwarnai dengan adegan debat kusir antara anggota fraksi Golkar dan Ketua DPRD TTU. Peristiwa ini menunjukkan ketegangan yang terjadi dalam proses pengambilan keputusan terkait rencana pinjaman daerah.

Debat kusir tersebut bermula ketika Therensius Lazakar, anggota fraksi Golkar DPRD TTU, diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya selama sidang paripurna. Dalam pidatonya, ia langsung mengangkat isu tentang rencana pemerintah daerah (Pemda) TTU yang ingin mengajukan pinjaman daerah. Ia menuding bahwa Ketua DPRD TTU, Kristoforus Efi, telah secara sepihak menyetujui rencana pinjaman tersebut tanpa berkonsultasi dengan anggota fraksi Golkar lainnya.

Therensius menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Kristoforus Efi, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar TTU, adalah sikap pribadi dan bukan mewakili keputusan fraksi Golkar. Ia menilai bahwa langkah tersebut tidak sesuai dengan mekanisme internal partai dan dapat memicu ketidakpuasan di kalangan anggota fraksi.

Selain itu, Therensius juga menyayangkan pernyataan Ketua DPRD yang seolah-olah mewakili fraksi Nasdem dalam menyatakan setuju terhadap rencana pinjaman daerah sebesar Rp120 miliar. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada rapat fraksi yang membahas apakah akan menerima atau menolak pinjaman tersebut.

“Kita tidak pernah rapat di fraksi untuk memutuskan apakah menerima atau menolak pinjaman daerah, tapi Pa Ketua langsung memutuskan setuju atas nama fraksi Golkar. Bahkan Pa ketua juga mewakili fraksi Nasdem menyatakan bahwa Nasdem juga setuju,” ujar Therensius dengan nada emosional.

Ucapan Therensius langsung diinterupsi oleh Ketua DPRD TTU, Kristoforus Efi. Meskipun sudah diintervensi oleh pimpinan sidang, Therensius tetap mempertahankan pendiriannya. Akibatnya, debat kusir pun tak terhindarkan.

Debat kusir akhirnya berhenti setelah diinterupsi oleh anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Maria Filiana Tahu. Hingga berita ini diturunkan, sidang paripurna DPRD TTU masih berlangsung dan suasana kembali normal serta kondusif.

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan koordinasi antar anggota fraksi dalam pengambilan keputusan yang bersifat strategis. Selain itu, hal ini juga menjadi peringatan bahwa keputusan yang diambil secara sepihak dapat memicu konflik dan ketidakpuasan di internal lembaga legislatif.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *