Pembatalan Rencana Pemangkasan Trotoar di Jalan TB Simatupang
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan untuk membatalkan rencana pemangkasan trotoar di Jalan TB Simatupang. Keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap rencana tersebut. Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengakui bahwa pihaknya pernah berencana untuk mengorbankan sejumlah trotoar guna mengatasi kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut. Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan setelah melalui proses evaluasi.
“Waduh gimana caranya, kita bahasanya nih, kita korbankan trotoar dulu, bukan semua trotoar, hanya sekitar berapa meter, untuk apa, ada manuver. Cuman ternyata begitu kita evaluasi, enggak bisa melakukan pengerjaan trotoar, karena trotoar itu terlalu pendek,” ujar Rano Karno di kawasan Monas, Rabu (27/8/2025).
Keputusan pembatalan ini juga dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jakarta, Syafrin Liputo. Menurut Syafrin, rencana untuk memangkas trotoar di Jalan TB Simatupang memang pernah dipertimbangkan sebagai upaya mengatasi kemacetan di kawasan tersebut. “Iya (tidak jadi dipangkas),” kata dia ketika dikonfirmasi.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa trotoar yang akan dialihfungsikan hanya terletak di tujuh area terdampak proyek. Ia menegaskan bahwa tidak semua trotoar di sepanjang Jalan TB Simatupang akan diubah menjadi jalur kendaraan. “Hanya ada tujuh titik yang pendek-pendek, dan di situ lah ada pembangunan,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Menurut Pramono, trotoar di tujuh area tersebut sudah tidak dapat digunakan oleh pejalan kaki. Oleh karena itu, ia memberi izin untuk rencana pengalihan fungsi trotoar tersebut menjadi jalur kendaraan. Meski demikian, ia tidak menyebutkan secara spesifik tujuh area yang dimaksud.
Pramono menambahkan bahwa kebijakan pengalihan trotoar tidak bersifat permanen. Keputusan ini hanya akan berlaku sementara hingga proyek di kawasan TB Simatupang selesai. “Sampai kapan? Sampai bulan November. Kenapa bulan November? Karena proyek ini akan selesai pada bulan November. Jadi ini bukan kemudian terus-menerus trotoarnya digunakan, enggak,” ujarnya.
Pramono menegaskan bahwa dirinya tidak menolak jika trotoar dijadikan jalur kendaraan bermotor. Namun, kebijakan tersebut hanya bersifat sementara dan bertujuan untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di kawasan TB Simatupang. Dengan adanya pembatalan rencana pemangkasan trotoar, diharapkan masyarakat tetap dapat menggunakan trotoar sebagai jalur pejalan kaki dengan aman dan nyaman.
