Daerah  

Richa Novisha Bocorkan Ucapan Terakhir Gary Iskak: Dia Peluk Aku Sangat Erat


Kenangan Terakhir yang Tak Terlupakan dari Gary Iskak

Kehilangan seorang suami yang sangat dicintai memang menjadi duka yang sangat dalam. Bagi Richa Novisha, istri dari aktor ternama Gary Iskak, kepergian sang suami akibat kecelakaan pada 29 November 2025 masih menyisakan luka yang tak mudah terobati. Namun, di tengah kesedihan tersebut, ia masih menyimpan kenangan-kenangan indah yang pernah mereka alami bersama.

Dalam sebuah wawancara yang diunggah di saluran YouTube Curhat Bang Denny Sumargo pada Senin (8/12/2025), Richa kembali mengungkap momen-momen spesial yang dialaminya bersama Gary sehari sebelum kejadian tragis itu terjadi. Pada Jumat (28/11/2025), Gary tampak sangat manja dan penuh kasih sayang. Saat itu, Richa sedang berencana untuk menghadiri sebuah undangan, dan Gary tiba-tiba meminta pelukan dan ciuman sebelum ia pergi.

“Sebelum aku pergi Jumat sore, entah kenapa dia meluk aku kenceng banget,” kata Richa dengan suara yang masih penuh emosi. Ia juga mengingat bahwa saat itu ia mengatakan, “Aku kan berangkatnya abis ashar ‘ayah aku berangkat ya ini udah sore, aku nggak mau malam-malam pulangnya, takutnya macet’, ‘yaudah sini-sini peluk dulu dong’.”

Gary yang dikenal sebagai sosok yang manja dan penuh perhatian, memeluk dan mencium Richa sebelum ia berangkat. Momen itu tidak hanya membekas di hati Richa, tetapi juga menjadi bagian dari kenangan yang tak akan pernah terlupakan.

Setelah itu, Gary sempat mengantar Richa hingga ke depan rumah. Ia bahkan mengucapkan kalimat yang kini menjadi kenangan terakhir bagi Richa. “Aku dianterin sampai keluarin mobil dari rumah ‘udah bunda jalan aja, nanti biar ayah aja yang tutup pager’ Itu terakhir kali aku melihat wajah beliau,” ujar Richa dengan air mata yang mengalir.

Meski tidak merasakan firasat apa pun sebelum tragedi terjadi, Richa kini menyadari bahwa Gary sering memberikan sinyal lewat momen-momen kecil. “Setelah beliau meninggalkan kita, aku jadi flashback bahwa dia udah ngasih sinyal,” tambahnya.

Setelah 17 tahun menjalani rumah tangga bersama Gary, Richa berusaha untuk tetap tegar menerima perpisahan yang dipisahkan oleh maut. “Mencoba untuk tegar aja InsyaAllah bisa,” katanya. Ia juga menyebut bahwa selama 17 tahun pernikahannya, mereka menghadapi banyak pasang surut.

“Ya 17 tahun ups and downs lah,” ujarnya. “Sampai maut memisahkan,” tambahnya dengan nada yang penuh rasa.

Ketika ditanya tentang hal yang paling membuatnya rindu, Richa menjawab bahwa pelukan hangat Gary adalah kenangan yang paling membekas. “Ya paling berasa pelukannya sih, soalnya pelukannya hangat banget,” ujarnya.

Momen-momen seperti ini menjadi pengingat bahwa cinta dan kehangatan yang pernah ada akan selalu terkenang, meskipun waktu telah berlalu. Bagi Richa, kepergian Gary bukanlah akhir dari kenangan, tetapi awal dari rasa rindu yang tak pernah padam.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *