Kontras yang Mencengangkan di Kabupaten Probolinggo
Di Kabupaten Probolinggo, terjadi situasi yang sangat kontras dan mencengangkan. Pada Senin (5/1/2025), sebuah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok kecil dari Aliansi LSM dengan jumlah peserta sekitar 10 orang justru menghadapi respons yang luar biasa dari ribuan massa yang mengatasnamakan diri “Jogo Probo”. Aksi ini menunjukkan perbedaan besar antara kelompok kecil yang ingin berdemo dan masyarakat luas yang secara spontan turun ke jalan.
Aksi ribuan massa ini dilakukan karena rasa tidak puas terhadap tindakan LSM tersebut yang sering kali menciptakan kegaduhan demi kepentingan pribadi atau kelompoknya sendiri. Gerakan ini muncul secara alami, tanpa adanya komando terpusat. Informasi mengenai rencana aksi demo dari kelompok kecil yang dinilai masyarakat sering kali mempermalukan dan menciptakan ketidaknyamanan, menjadi pemicu kemarahan kolektif warga.
Warga yang merasa sudah bosan dan lelah dengan ancaman demo yang terus-menerus, akhirnya memutuskan untuk turun ke jalan tanpa perlu diperintah. Di lapangan, suasana terlihat seperti bumi dan langit. Suara dari 10 orang pendemo dari Aliansi LSM seketika tenggelam oleh gemuruh ribuan pemuda dan warga yang datang dengan satu tekad: menjaga pembangunan dan kondusivitas daerah.
Salah satu peserta aksi Jogo Probo, Rudy, menyampaikan bahwa mereka datang karena sudah muak dengan tindakan demo yang sering kali hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Ia menegaskan bahwa aksi ini membuat pembangunan terhambat.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Probolinggo kini berdiri tegak di belakang pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan berjalan tanpa gangguan dari oknum-oknum oportunis. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Jogo Probo, Imron, menegaskan bahwa kehadiran ribuan orang ini adalah bentuk “pagar betis” masyarakat terhadap daerahnya. Ia memperingatkan kelompok-kelompok kecil tersebut untuk berhenti mengganggu stabilitas Kabupaten Probolinggo.
“Kami siap datang kapan saja tanpa diperintah, kami bergerak karena hati nurani. Kami siap menghadapi siapa pun yang menghalangi pembangunan daerah menjadi lebih baik,” tegas Imron di hadapan massa.
Melihat jumlah pendemo lawan yang hanya segelintir, Imron menekankan bahwa kekuatan rakyat yang sebenarnya jauh lebih besar daripada yang terlihat hari ini. Ia menambahkan bahwa jika kelompok tersebut masih coba main-main dan membuat keributan lagi, akan ada massa yang jauh lebih besar lagi yang siap turun. Pernyataannya disambut riuh semangat oleh ribuan warga.
