Daerah  

Prabowo Minta TNI Bantu Penegak Hukum Lindungi Kekayaan Alam Indonesia


Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran TNI dalam menjaga kekayaan alam Indonesia dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dalam amanatnya pada upacara peringatan HUT TNI ke-80 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Prabowo menyatakan bahwa kekayaan alam negara ini sangat besar dan selama ratusan tahun telah diambil oleh kekuatan asing yang menginvasi. Bahkan hingga saat ini, masih banyak sumber daya alam yang dicuri dan diselundupkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“TNI harus tanggap, TNI harus bantu penegak hukum, TNI harus bantu pemerintah daerah maupun pusat, untuk menjaga kekayaan kita, sumber daya alam kita,” ujar Prabowo. Ia menekankan bahwa tugas TNI bukan hanya sekadar menjaga keamanan tetapi juga memastikan kekayaan negara dikelola dengan baik agar bisa membantu menghilangkan kemiskinan.

Prabowo menegaskan bahwa kekayaan alam ini penting untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia sebagai negara yang maju, modern, adil, dan makmur. Untuk itu, ia meminta TNI bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga penegak hukum dalam menjaga sumber daya alam tersebut.

Selain itu, Presiden juga memberikan pesan kepada Panglima TNI dan para kepala staf tiap matra tentang pentingnya mempertimbangkan prestasi dan pengabdian dalam seleksi kepemimpinan di TNI. “Saya memberi izin kepada panglima TNI dan kepala staf dalam rangka seleksi kepemimpinan tidak perlu terlalu memperhitungkan senioritas yang penting prestasi, pengabdian, cinta tanah air,” kata Prabowo.

Ia menekankan bahwa tugas TNI sangat berat, sehingga diperlukan kepemimpinan yang terbaik. “Saya atas nama negara bangsa dan rakyat, saya ingatkan semua unsur pimpinan TNI dari setiap eselon dari setiap tingkatan, harus selalu membina diri dan harus selalu memberi contoh,” ujarnya.

Kepala negara juga menekankan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan TNI. Ia mengingatkan bahwa pemimpin TNI harus menjadi teladan, sesuai dengan prinsip Ing Ngarso Sung Tulodo, yaitu memberi contoh di depan. Prabowo menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten, tidak profesional, dan tidak memahami tugasnya.

“Panglima TNI dan kepala staf terus menerus saya perintahkan menilai pemimpin-pemimpin yang ada di TNI. Prajurit kita berhak dan menuntut kepemimpinan yang terbaik, kepemimpinan yang terbaik,” tambahnya.

Upacara peringatan HUT TNI ke-80 dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta mantan presiden dan wakil presiden. Acara ini diisi oleh puluhan ribu prajurit TNI dari tiga matra dan ratusan alutsista yang turut serta dalam gelaran tersebut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *