Daerah  

Polisi Selidiki Penanggung Jawab Dapur SPPG Terkait Keracunan MBG di Cianjur


Penyelidikan Kasus Keracunan MBG di Cianjur Dimulai

Polres Cianjur sedang melakukan pemeriksaan terhadap pengelola dapur mitra Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) Sarampad. Hal ini dilakukan karena sejumlah murid mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, Kompol Nova Bhayangkara, menjelaskan bahwa pihaknya sedang meminta keterangan dari pejabat atau penanggung jawab dapur SPPG Sarampad. Selain itu, polisi juga akan meminta keterangan dari guru atau kepala sekolah SDN Taruna Bakti. Tujuannya adalah untuk memperdalam pemahaman tentang dugaan keracunan yang terjadi.

Nova menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dan pihak terkait lainnya dalam menangani kasus ini. Selain itu, mereka juga menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap beberapa makanan dan muntahan dari korban. Hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar dalam menentukan apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian dalam penyajian makanan.

Daftar Kejadian Keracunan MBG di Cianjur

Sejak awal tahun 2025 hingga Jumat (26/9/2025), tercatat tujuh kejadian keracunan di lingkungan pendidikan akibat mengonsumsi MBG di Kabupaten Cianjur. Total korban mencapai 166 pelajar dan satu orang guru. Berikut daftar kejadian tersebut:

  1. MAN 1 Cianjur
    Sebanyak 60 siswa mengalami gejala muntah, mual, dan pusing setelah mengonsumsi MBG. Mereka harus menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur. Setelah kejadian ini, Dinkes Kabupaten Cianjur menetapkan status Kejadian Luar Biasa.

  2. SMP PGRI 1 Cianjur
    Belasan siswa mengalami gejala muntah, mual, dan pusing setelah mengonsumsi MBG. Kejadian ini menyebabkan Pemkab Cianjur menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

  3. Pondok Pesantren Darul Qur’an Assaten
    Sebanyak 12 santriwati mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG. Sampel makanan dari para santri tersebut diambil oleh Dinkes Cianjur untuk diperiksa di Labkesda Jawa Barat.

  4. MTs Islamiyah Cianjur
    Sembilan siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG. Mereka dirawat di RSUD Sayang Cianjur dan diduga mengonsumsi buah melon yang sudah asam. Setelah beberapa hari menjalani perawatan, mereka pulih dan kembali ke rumah.

  5. SMP Budi Luhur
    Sebanyak 17 siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG.

  6. SDN Salakawung
    Belasan murid mengalami muntah dan mual setelah mengonsumsi MBG.

  7. SDN Taruna Bakti
    Sebanyak 30 murid mengalami gejala muntah, mual, dan pusing setelah mengonsumsi MBG.

Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa masalah keracunan MBG telah berulang kali terjadi di wilayah Cianjur. Pemeriksaan lanjutan dan pemeriksaan laboratorium akan menjadi langkah penting dalam menentukan penyebab pasti dan mencegah terulangnya kejadian serupa.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *