Daerah  

Polisi Atur Lalu Lintas di Depan DPR RI Akibat Demo Hari Tani Nasional


Aksi Unjuk Rasa Tani di Depan Gedung DPR/MPR RI

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok tani dan aliansi masyarakat sipil dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional digelar di depan Gedung DPR/MPR RI pada Rabu (24/9). Kegiatan ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk para pengguna jalan yang terdampak oleh rekayasa lalu lintas yang diberlakukan untuk mengantisipasi kemacetan.

Untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas, sebanyak 1.438 personel polisi lalu lintas diterjunkan. Hal ini dilakukan guna memastikan aksi berjalan dengan aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, menjelaskan bahwa pengalihan arus lalu lintas dilakukan sejak pagi hari. Rekayasa ini difokuskan di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Pejompongan, hingga Senayan. “Jadi sejak jam 9.30 tadi sudah kita lakukan pengalihan arus,” ujarnya.

Berikut skema pengalihan arus yang diterapkan oleh kepolisian:

  • Ke arah Slipi: Kendaraan dialihkan melalui Bendungan Hilir (Benhil) lalu melewati Pejompongan.
  • Ke arah Cengkareng: Dari Gerbang Pemuda menuju Patal Senayan, kemudian diarahkan ke Permata Hijau hingga bertemu Jalan Panjang.

Selain itu, kendaraan dari dalam tol juga terdampak pengalihan. Bagi pengendara yang hendak keluar di pintu Pulau Dua, dialihkan ke pintu keluar Slipi. “Untuk yang dari dalam tol, sementara off ramp ke Pulau Dua sementara kita alihkan dulu. Karena memang di depan DPR RI cukup banyak massa yang menyampaikan aspirasi pendapat sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Sehingga keluaran gerbang tol off ramp Pulau Dua kita alihkan ke off ramp Slipi Jaya,” tegas Robby.

Masyarakat khususnya pengguna jalan diimbau untuk menghindari Jalan Gatot Subroto dari arah Semanggi menuju Slipi, serta kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi kemacetan akibat massa aksi di depan Gedung DPR/MPR RI.

Rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya pihak kepolisian dalam menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas selama aksi unjuk rasa berlangsung. Dengan adanya pengalihan arus, diharapkan masyarakat dapat tetap melakukan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu oleh kepadatan lalu lintas.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti petunjuk petugas lalu lintas. Dengan kerja sama antara pihak kepolisian dan masyarakat, diharapkan aksi unjuk rasa dapat berjalan lancar dan aman.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *