Daerah  

PLN Sebut Tarif Listrik Data Center Indonesia Lebih Kompetitif Dibandingkan Malaysia



mediaawas.com,

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (
ESDM
) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) menegaskan biaya tarif yang dikenakan negara kepada perusahaan
pusat data
lebih kompetitif dibandingkan
Singapore
dan
Malaysia
.

Wakil Presiden Eksekutif Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto mengatakan perusahaan terus berupaya mendukung pertumbuhan pusat data di Indonesia.

Greg menuturkan bahwa tarif rata-rata yang berlaku di Indonesia untuk pelanggan data center, dengan memperhitungkan penggunaan REC, saat ini jauh lebih kompetitif dibandingkan tarif listrik di golongan yang sama (tarif eksisting + REC) di negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Tarif listrik Renewable Energy Certificate (REC) adalah harga yang ditetapkan oleh PLN untuk setiap unit REC, yang setara dengan 1 MWh listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan.

Harga REC ini bervariasi tergantung pada penyedia dan bisa berbeda-beda di setiap negara, namun PLN menawarkan REC dengan harga yang relatif terjangkau.

“Penetapan tarif ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah dalam mendorong pertumbuhan pelanggan bisnis strategis, salah satunya sektor data center yang memegang peranan penting dalam transformasi digital dan penguatan infrastruktur teknologi nasional,” kata Greg kepada Bisnis, Jumat (4/7/2025).

Greg menambahkan bahwa pihaknya akan menyiapkan infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya andal dan stabil, namun juga murah dan ramah lingkungan.

Ia menambahkan bahwa untuk mendukung pertumbuhan tersebut, infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) akan terus diperkuat.

“Hal ini tertuang dalam RUPTL 2025–2034, di mana khusus di wilayah Jamali, telah direncanakan pembangunan pembangkit sebesar 33,6 GW dengan 58% berbasis energi baru terbarukan, transmisi sepanjang 13.889 kms, serta gardu induk dengan total kapasitas sebesar 59.730 MVA,” kata Greg saat dihubungi Bisnis pada Jumat (4/7/2025).

Greg memastikan pihaknya siap mendukung pengembangan bisnis pusat data di Indonesia.

Menurutnya, upaya ini bertujuan untuk menjalankan arahan Pemerintah dalam mengakselerasi transformasi digital demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sesuai dengan Peta Jalan (Road Map), lanjut Greg, kawasan-kawasan yang akan dikembangkan sebagai pusat data mayoritas berada dalam sistem kelistrikan Jamali seperti Jakarta dan Jawa Barat yang saat ini telah didukung oleh pasokan listrik yang andal, stabil, dan memadai.

Selain listrik yang andal dan cukup, Greg mengatakan PLN juga siap menghadirkan listrik bersih bagi pelanggan data center melalui layanan green energy as a service berupa Renewable Energy Certificate (REC) dengan harga yang sangat kompetitif.

“REC adalah inovasi produk hijau PLN yang menjamin penggunaan EBT [energi baru dan terbarukan] secara transparan dan diakui internasional,” imbuhnya.

Greg menjelaskan bahwa setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik yang digunakan oleh pelanggan berasal dari 8 pembangkit hijau milik PLN yang telah terdaftar dalam sistem pelacakan APX Tradable Instrument for Global Renewables (TIGRs) dari Amerika Serikat.

Ia menambahkan bahwa layanan tersebut dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan data center akan energi bersih yang semakin meningkat.

“Bukan hanya itu, PLN juga terus berupaya menghadirkan tarif listrik yang terjangkau untuk pelanggan, sesuai arahan dan regulasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah,” katanya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *