Pelatihan Dasar Barista untuk Peserta Didik Sekolah Non-Formal di Kabupaten Bangka
Sejumlah peserta didik dari sekolah non-formal paket C di Kabupaten Bangka mengikuti pelatihan kemampuan dasar menjadi barista. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Hotel Tanjung Pesona, Sungailiat, pada hari Sabtu (27/9). Pelatihan berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 27 hingga 28 September 2025.
Pelatihan ini melibatkan sebanyak 30 peserta yang terdiri dari 20 peserta didik dan 10 pendamping atau tutor. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan keterampilan dasar dalam meracik kopi, sehingga peserta dapat memiliki kompetensi kewirausahaan yang bermanfaat dalam kehidupan mereka.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Bangka, Boy Yandra, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan keterampilan peserta didik. Ia menekankan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan kemampuan peserta dalam menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Boy Yandra berharap pelatihan semacam ini dapat dikembangkan lebih luas lagi, tidak hanya di satu tempat, tetapi juga di setiap Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang ada di Kabupaten Bangka. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar bagi peserta didik non-formal.
Selain itu, ia menilai bahwa program pelatihan kewirausahaan seperti ini merupakan langkah strategis dalam upaya mengentaskan anak yang tidak sekolah maupun anak yang putus sekolah. Dengan memberikan keterampilan dan kesempatan untuk belajar, diharapkan peserta didik dapat lebih mandiri dan memiliki peluang kerja yang lebih baik.
Dindikpora Kabupaten Bangka secara konsisten mendukung berbagai program pembelajaran yang bertujuan untuk memperluas kesempatan belajar, meningkatkan minat, serta memberikan motivasi kepada peserta didik non-formal. Hal ini dilakukan melalui alokasi anggaran APBD yang digunakan untuk berbagai kegiatan edukatif dan pelatihan.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan non-formal, pihak dinas juga berupaya untuk membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga dan instansi terkait. Dengan demikian, peserta didik dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap pelatihan dan program pengembangan diri.
Boy Yandra menambahkan bahwa esensi dari pelatihan ini adalah untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan kreativitas dan keahlian mereka. Dengan keterampilan yang dimiliki, peserta diharapkan mampu menciptakan produk-produk yang bernilai ekonomi tinggi dan dapat diterima oleh masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan non-formal dapat berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan fokus pada keterampilan praktis dan kewirausahaan, peserta didik akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan masyarakat.
Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan peserta didik non-formal tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan dan kemandirian mereka di masa depan.
