Daerah  

Perbedaan antara Brisk Walking dan Nordik Walking




mediaawas.com


,


Jakarta



Jalan cepat
atau jalan cepat merupakan olahraga berjalan yang kerap disamakan dengan Nordic walking. Keduanya memang terlihat mirip karena sama-sama melibatkan gerakan berjalan sebagai aktivitas utama. Namun, jika ditinjau lebih dalam, keduanya sebenarnya adalah dua bentuk latihan yang berbeda.

Berjalan cepat dilakukan tanpa alat bantu apa pun, cukup dengan meningkatkan kecepatan
walking
hingga mencapai intensitas sedang. Ketika seseorang melakukan brisk walking, denyut jantung dan laju pernapasan meningkat, tetapi tetap berada dalam zona nyaman sehingga tidak terasa seperti berlari.

Di sisi lain, Nordic walking menggunakan tongkat khusus yang menyerupai tongkat ski dan melibatkan otot-otot tubuh bagian atas, seperti lengan, bahu, dan punggung.


Perbedaan Antara Olahraga Jalan Cepat dan Jalan Kaki Nordik

Perbedaan mendasar antara brisk walking dan Nordic walking terletak pada penggunaan alat serta kelompok otot yang diaktifkan selama latihan. Brisk walking lebih fokus pada otot-otot tubuh bagian bawah, seperti paha, betis, dan otot bokong. Sementara Nordic walking (karena menggunakan tongkat) mengharuskan tubuh untuk bekerja lebih maksimal, melibatkan hampir 90 persen otot tubuh.

Dilansir dari

Jurnal Penelitian Perawat Profesional

, brisk walking dapat secara signifikan menurunkan tingkat nyeri sendi. Dengan gerakan ritmis dan berdampak rendah, jalan cepat membantu melumasi sendi, menguatkan otot di sekitarnya, serta meningkatkan sirkulasi darah, berkontribusi pada pengurangan rasa sakit dan peningkatan mobilitas secara keseluruhan. Hal ini sangat bermanfaat bagi lansia yang kerap mengalami keluhan sendi, seperti osteoarthritis.


Manfaat Berjalan Cepat bagi Kesehatan

Selain memiliki manfaat dalam menurunkan tingkat nyeri sendi, brisk walking juga memberikan berbagai keuntungan lain bagi kesehatan tubuh secara menyelurut. Sebagai salah satu bentuk latihan aerobik berdampak rendah (low-impact), olahraga jalan cepat ini tergolong aman dan nyaman untuk dilakukan oleh hampir semua kalangan, mulai dari remaja hingga lansia.

Dengan risiko cedera yang minimal, brisk walking menjadi pilihan ideal bagi mereka yang baru memulai rutinitas olahraga serta yang memiliki keterbatasan fisik tertentu.

Dikutip dari jurnal

Jurnal Kesehatan Indonesia

dan

Jurnal Penelitian Perawat Profesional,

berikut ini manfaat kesehatan dari brisk walking yang telah terbukti secara ilmiah:


1. Menurunkan Tekanan Darah

Berjalan cepat secara rutin membantu memperkuat fungsi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah, penting untuk mencegah penyakit hipertensi yang banyak diderita masyarakat urban.


2. Meningkatkan Kapasitas Aerobik

Berjalan cepat melatih jantung dan paru-paru agar bekerja lebih efisien. Dalam jangka panjang, aktivitas ini meningkatkan stamina serta daya tahan tubuh, sehingga seseorang tidak mudah lelah saat melakukan aktivitas harian.


3. Membantu Pengelolaan Berat Badan

Sebagai latihan yang mampu membakar kalori secara efektif, berjalan cepat membantu menurunkan atau menjaga berat badan ideal.


4. Fleksibilitas dan Aksesibilitas Tinggi

Brisk walking dapat dilakukan hampir di mana saja dan kapan saja, termasuk di jalan lingkungan rumah, taman kota, atau bahkan di koridor pusat perbelanjaan. Tidak memerlukan peralatan khusus, aktivitas ini sangat terjangkau dan mudah diakses oleh siapa pun.

Dengan semua manfaat tersebut, brisk walking merupakan pilihan olahraga yang praktis namun berdampak besar bagi kesehatan. Meski sering dianggap serupa dengan Nordic walking, kenyataannya masing-masing memiliki keunggulan tersendiri yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi fisik individu.

Namun, jika mencari aktivitas yang mudah dilakukan tanpa alat bantu, fleksibel dari segi tempat dan waktu, serta tetap memberikan manfaat kardiovaskular yang optimal, brisk walking adalah pilihan yang sangat tepat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *