Pemprov Jabar Panggil Pengelola Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera memanggil pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam waktu dekat. Langkah ini diambil setelah terjadi kasus keracunan massal yang menimpa lebih dari seribu pelajar di Kabupaten Bandung Barat, yang diduga berasal dari makanan yang disediakan oleh program tersebut.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa pemanggilan ini dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban serta mengevaluasi kinerja pengelola MBG. Ia menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali.
Tiga Aspek Evaluasi Utama
Dalam pertemuan tersebut, akan ada tiga aspek utama yang menjadi fokus evaluasi:
-
Kebersihan dapur
Pemerintah ingin memastikan bahwa proses produksi makanan sesuai dengan standar higienitas. Hal ini melibatkan audit terhadap kondisi dapur dan cara pengolahan makanan. -
Jenis bahan makanan
Evaluasi juga mencakup pengecekan bahan-bahan yang digunakan, termasuk bumbu dan cara pengolahannya. Pastikan semua bahan aman dan layak konsumsi. -
Waktu memasak dan distribusi
Dedi mengkhawatirkan jeda waktu antara proses memasak dan distribusi makanan yang terlalu lama. Misalnya, makanan yang dimasak pada malam hari baru dikonsumsi siang hari, berisiko menurunkan kualitas makanan.
Ia berharap ke depan, dapur yang memproduksi makanan dapat didekatkan dengan sekolah, sehingga jumlah peserta yang dilayani tidak terlalu besar, yaitu ribuan pelajar.
Pertimbangan Pemberhentian Sementara Program
Menanggapi kemungkinan adanya penghentian sementara program MBG, Dedi menjelaskan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah pertemuan dengan pengelola program. Ia akan berdiskusi terlebih dahulu dengan kepala perwakilan BGN wilayah Jawa Barat untuk mengetahui komitmen mereka dalam menjalankan program tersebut.
“Kita akan bicara dulu dengan Kepala Perwakilan BGN wilayah Jawa Barat. Bagaimana komitmen dia. Setelah melihat komitmennya nanti pemerintah provinsi akan mengambil keputusan,” ujar Dedi.
Perhatian terhadap Trauma Anak
Selain aspek teknis, Pemprov Jabar juga memberi perhatian pada kondisi psikologis para pelajar yang menjadi korban keracunan. Dedi mengkhawatirkan bahwa anak-anak yang mengalami keracunan mungkin akan enggan makan lagi karena trauma.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah pusat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuan utamanya adalah meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, khususnya dalam hal protein. Dedi menegaskan bahwa pengelolaan di daerah harus benar-benar diperhatikan agar tidak sampai salah urus.
“Ini harus menjadi perhatian serius karena program yang sangat baik oleh Pak Prabowo ini yang tujuannya untuk meningkatkan nutrisi gizi protein anak-anak Indonesia. Anak-anak Jawa Barat menjadi kuat. Jangan sampai dalam teknis pengelolaannya salah urus,” pungkasnya.
