Pemkot Bandung Perbaiki 96 Sekolah untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Pemerintah Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan fokus pada perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Hingga saat ini, sebanyak 96 sekolah di Kota Bandung telah diperbaiki, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari jumlah tersebut, mayoritas adalah sekolah dasar yang berstatus inpres dan membutuhkan perbaikan lebih cepat.
Fokus pada Fasilitas Dasar
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyatakan bahwa perbaikan sekolah menjadi prioritas utama pemerintah daerah, khususnya terkait fasilitas dasar yang mendukung kenyamanan belajar siswa. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini sudah ada 96 sekolah yang diperbaiki, dan ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk terus melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang rusak agar bisa diprioritaskan.
“Fokus utama kami adalah fasilitas dasar, terutama kebersihan WC. WC harus bersih, karena saya masih menemukan banyak sekolah dengan kondisi toilet yang jorok, bahkan airnya berwarna kuning,” ujarnya.
Pentingnya Air Bersih
Erwin menekankan bahwa ketersediaan air bersih merupakan aspek penting dalam perbaikan sekolah. Ia memberikan contoh pengalaman pribadinya ketika membantu SD Negeri 11 Babakan Sari yang mengalami masalah air bersih. “Dulu di SD Babakan Sari itu, airnya kuning. Waktu itu, saya sampai mengeluarkan uang pribadi untuk membeli toren agar bisa menampung air bersih,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kebersihan seperti ini sangat penting karena anak-anak harus merasa nyaman di sekolah. Selain itu, fasilitas dasar seperti toilet dan air bersih sering kali diabaikan, padahal hal tersebut sangat memengaruhi kenyamanan serta kesehatan siswa dalam beraktivitas di sekolah.
Perbaikan yang Adil dan Transparan
Erwin juga meminta agar perbaikan sekolah dilakukan secara adil dan sesuai kebutuhan nyata di lapangan. Ia menyoroti pentingnya pendataan yang akurat dan transparan agar perbaikan tidak menjadi ajang proyek semata.
“Jangan sampai ada sekolah mengajukan kerusakan 10, tapi perbaikannya malah 100. Itu tidak boleh terjadi. Semua harus berdasarkan inventarisasi yang jelas dan pendataan yang komprehensif. Kalau rusaknya 10, ya diperbaiki 10. Dengan begitu, semua sekolah bisa mendapat kesempatan yang sama dan adil,” katanya.
Harapan Meningkatkan Mutu Pendidikan
Dengan adanya perbaikan 96 sekolah ini, Pemkot Bandung berharap mutu pendidikan di kota ini semakin meningkat, baik dari sisi sarana prasarana maupun kenyamanan belajar. Perbaikan fasilitas sekolah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan layak bagi siswa.
“Yang penting anak-anak nyaman belajar. Kalau memang ada sekolah yang rusaknya sudah parah, tentu harus segera dibangun ulang. Tapi semuanya harus sesuai prioritas dan pemerataan, agar hasilnya benar-benar dirasakan seluruh sekolah di Kota Bandung,” tegasnya.
