Kunjungan Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan ke Natuna
Menteri Kelautan dan Perikanan RI akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Selasa (26/8/2025). Agenda ini bertujuan untuk meninjau sejumlah lokasi strategis yang berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan. Salah satu fokus utamanya adalah rencana pembangunan prasarana baru yang didukung oleh hibah dari Pemerintah Jepang (JICA).
Perjalanan Menteri dimulai dari Jakarta pukul 05.25 WIB dengan menggunakan penerbangan Citilink QG-940 menuju Batam. Setelah tiba di Batam, Menteri akan melanjutkan perjalanan ke Ranai, Natuna, menggunakan pesawat ATR Air Surveillance.
Setibanya di Ranai sekitar pukul 09.35 WIB, Menteri akan langsung melakukan peninjauan di Calon Kampung Nelayan Merah Putih yang berada di Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan. Lokasi ini menjadi salah satu pusat pengembangan masyarakat nelayan yang berkelanjutan.
Setelah itu, agenda dilanjutkan ke Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa pada pukul 11.45 WIB. Di sini, Menteri akan melihat langsung perkembangan dan potensi yang ada di sentra tersebut.
Dari SKPT Selat Lampa, rombongan akan menyeberang menggunakan Kapal Pengawas PSDKP menuju Pulau Tiga untuk melakukan peninjauan di Kecamatan Pulau Tiga Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya laut di wilayah tersebut.
Setelah mengunjungi Pulau Tiga, Menteri akan kembali ke SKPT Selat Lampa dan melanjutkan agenda ke Pasar Batu Kapal serta lokasi rencana pembangunan pasar ikan di Ranai. Pembangunan pasar ikan ini mendapat dukungan hibah dari JICA, sehingga menjadi prioritas dalam pengembangan sektor perikanan.
Pada sore hari, sekitar pukul 17.20 WIB, Menteri akan terbang kembali ke Batam dan bermalam di Hotel Marriott Harbour Bay. Malam harinya, Menteri direncanakan menghadiri jamuan makan malam di Wey Wey Seafood Harbour Bay sebelum beristirahat.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat program pengembangan sektor perikanan di Natuna. Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur kelautan dan perikanan di daerah strategis perbatasan. Dengan adanya pembangunan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat lokal dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Beberapa titik yang dikunjungi selama kunjungan kerja ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Dengan dukungan hibah dari JICA, pembangunan infrastruktur seperti pasar ikan dan sentra perikanan akan lebih mudah diwujudkan.
Selain itu, kegiatan peninjauan juga bertujuan untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada pihak-pihak terkait agar pembangunan berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, semua pihak dapat bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi Menteri untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan stakeholder di Natuna. Hal ini penting untuk memahami tantangan dan kebutuhan yang ada di lapangan, sehingga kebijakan yang dikeluarkan dapat lebih tepat sasaran.
Dengan adanya kunjungan kerja ini, diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, serta memacu semangat pengembangan sektor kelautan dan perikanan di wilayah perbatasan. Dengan kolaborasi yang baik, Natuna dapat menjadi contoh dalam pengembangan sektor maritim yang berkelanjutan dan berdaya saing.
