Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandung Barat Mengakibatkan Ribuan Siswa Terkena Dampak
Kasus keracunan yang melibatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak lebih dari 1.000 siswa menjadi korban akibat konsumsi makanan tersebut, yang merupakan akumulasi dari dua kejadian berbeda. Kejadian ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga dan tenaga medis.
Kondisi Memprihatinkan di GOR Cipongkor
Pada Rabu (24/9/2025), suasana di GOR Kecamatan Cipongkor tampak riuh dan penuh kepanikan. Banyak siswa mengalami gejala keracunan seperti pingsan, lemas, hingga membutuhkan bantuan keluarga untuk membawa mereka ke tempat penanganan. Puluhan ambulans terlihat sibuk mengangkut para korban ke rumah sakit.
Di dalam GOR, puluhan korban terbaring di tempat tidur lipat. Kondisi ruangan terasa sesak karena jumlah korban yang terus bertambah. Beberapa di antaranya membutuhkan infus dan alat bantu pernapasan. Menurut Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, jumlah korban saat ini mencapai sekitar 220 orang dan terus meningkat.
Kewalahan Petugas Medis
Yuyun mengungkapkan bahwa petugas medis menghadapi kesulitan dalam menangani ribuan korban keracunan. Alat-alat pendukung seperti infus, oksigen, dan obat-obatan mulai terbatas. “Situasi sangat chaos karena korban datang secara bersamaan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kasus kali ini berbeda dengan peristiwa sebelumnya pada Senin (22/9/2025) yang melibatkan 475 siswa. Makanan MBG yang menyebabkan keracunan kali ini berasal dari dapur SPPG di Kampung Pasirsaji, Desa Negalsari, Cipongkor. Dapur tersebut masih beroperasi, sehingga potensi risiko keracunan tetap ada.
Penyebaran Keracunan di Dua Kecamatan
Kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Cihampelas. Dari data sementara, terdapat 60 siswa yang terkena dampak keracunan. Kepala Puskesmas Cihampelas, Edah Jubaedah, membenarkan adanya 60 korban dari SMKN 1 Cihampelas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, telah melakukan inspeksi langsung ke lokasi kejadian. Ia memastikan bahwa penanganan terhadap para korban berjalan baik dan lancar. “Semua anak tertangani dengan baik. Kami telah mengerahkan petugas kesehatan dan puskesmas di Bandung Barat,” ujarnya.
Herman menjelaskan bahwa hari ini, sebanyak 3.800 paket MBG dibagikan ke sekolah-sekolah di Kecamatan Cipongkor. Dari jumlah tersebut, 500 siswa mengalami keracunan. Di Kecamatan Cihampelas, 1.600 paket MBG dibagikan, dan sekitar 50 siswa tercatat sebagai korban.
Data Akumulasi Korban Keracunan
Dengan mengakumulasikan data dari kedua kejadian, total korban keracunan MBG di Kabupaten Bandung Barat mencapai 1.035 siswa. Data ini mencakup 475 korban dari kejadian Senin (22/9/2025) dan 500 korban dari kejadian Rabu (24/9/2025) di Kecamatan Cipongkor serta 60 korban di Kecamatan Cihampelas.
Sekda Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, juga membenarkan data terbaru tentang jumlah korban keracunan pada Senin lalu. Ia menyatakan bahwa jumlah korban mencapai 475 siswa.
Tindakan Darurat dan Pemantauan Lanjutan
Para petugas kesehatan terus berupaya memastikan semua korban mendapatkan perawatan yang memadai. Pemerintah setempat juga berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap penyediaan makanan bergizi gratis agar tidak terjadi lagi kejadian serupa. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk puskesmas dan dinas kesehatan, diharapkan dapat meminimalisir risiko keracunan di masa depan.
