Langkah Pelni untuk Memastikan Kelancaran Transportasi Laut Selama Nataru 2025/2026
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan kelancaran arus transportasi laut selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Salah satu langkah yang menarik perhatian masyarakat adalah pemberian diskon tiket stimulus ekonomi sebesar 20 persen, yang berlaku pada keberangkatan dari 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan total 405.881 tiket untuk program stimulus tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79.894 tiket telah terjual, atau sekitar 19,6 persen dari total kuota yang tersedia.
“Kuota stimulus sebanyak 405.881 tiket. Hingga saat ini, sekitar 79.894 tiket telah terjual, yang setara dengan 19,6% dari total kuota,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 10 Desember 2025.
Tri menegaskan bahwa diskon 20 persen hanya berlaku untuk tarif dasar dan tidak mencakup biaya tambahan seperti asuransi maupun pass masuk pelabuhan. Selain itu, penumpang diwajibkan memastikan data identitas pada tiket sesuai dengan dokumen resmi yang dimiliki.
Pembelian tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Pelni Mobile atau kanal resmi lainnya. Jika kuota diskon habis sebelum 10 Januari 2026, pemesanan otomatis akan diberlakukan dengan tarif normal.
Untuk periode Nataru tahun ini, Pelni menyediakan 639.635 tiket kapal, yang merupakan kenaikan sebesar 16 persen dibandingkan realisasi penjualan tahun sebelumnya yang mencapai 551.485 tiket. Dalam periode sibuk tersebut, Pelni mengoperasikan 55 kapal, terdiri dari 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis.
“Dari 55 kapal ini, kami singgah di 304 pelabuhan. Jumlah seat yang tersedia untuk satu kali keberangkatan jika ditotal dari 55 kapal ini sebanyak 56.069 seat,” kata Tri.
Persiapan Teknis dan Keamanan
Pelni juga menyiapkan sejumlah strategi teknis, termasuk memastikan seluruh kapal yang beroperasi telah menyelesaikan proses docking sebelum musim keberangkatan.
“Jadi tidak ada kapal kami yang docking selama masa pre-season ini. Kalaupun periodenya seharusnya jatuh di masa pre-season ini maka dockingnya sudah kami majukan terlebih dahulu,” ujarnya.
Selain itu, setiap kapal diwajibkan mendapatkan persetujuan laik operasi dari Ditjen Perhubungan Laut. “Kami menjamin bahwa semua terkait dengan keamanan sudah ada verifikator,” kata Tri.
Ketersediaan BBM dan Penyesuaian Rute
Di sisi lain, Pelni telah berkoordinasi dengan Pertamina Patria Niaga dan BPH Migas untuk menjamin ketersediaan BBM, yang tahun ini diperkirakan mencapai 21.000 kiloliter dan disuplai dari delapan titik utama, termasuk Jakarta, Surabaya, Makassar, Ambon, hingga Sorong.
Penyesuaian rute dan jadwal juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, termasuk penambahan 66 ruas angkutan dengan re-route untuk 18 kapal penumpang PSO.
“Proyeksi total penumpang untuk tahun ini sebesar 555.962 penumpang. Ini meningkat dibanding tahun lalu sebesar 0,81%. Proyeksi pada puncak arus mudik H-5 sebanyak 26.855 dan puncak arus balik di H+11 sebanyak 24.718,” tutur Tri.
