Perbaikan Infrastruktur Jalan di Bahorok Mulai Dilaksanakan Tahun 2026
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, mengumumkan bahwa perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, akan dimulai pada tahun 2026. Saat ini, kondisi jalan di kawasan tersebut sudah sangat rusak dan telah berlangsung selama lebih dari 15 tahun.
Pada kunjungan kerjanya ke Pasar Rodi, Desa Empus, beberapa waktu lalu, Bobby menjelaskan rencana perbaikan yang akan dilakukan secara bertahap. “Untuk tahun depan, kita akan merencanakan pembangunan sepanjang 5 km terlebih dahulu. Total panjang jalan di daerah wisata Bahorok ini mencapai sekitar 54,5 km. Kita akan membangunnya secara bertahap sesuai dengan anggaran yang tersedia,” ujarnya.
Selain itu, Bobby menekankan pentingnya konstruksi jalan yang kuat dan tahan lama. Ia menyarankan pemasangan penahan di sisi kanan dan kiri jalan serta pembuatan drainase yang baik agar dapat mencegah banjir di masa depan. Hal ini diperlukan karena wilayah Bahorok sering mengalami banjir akibat curah hujan yang tinggi.
Keluhan Warga dan Harapan Masyarakat
Sebelumnya, warga setempat menyampaikan keluhan mereka melalui tokoh masyarakat, Hasan Basri. Menurutnya, perbaikan jalan terakhir kali dilakukan sekitar 15 tahun lalu. Selama ini, hanya perawatan sederhana yang dilakukan secara swadaya dengan bantuan pihak perkebunan dalam bentuk penimbunan.
Hasan berharap agar perbaikan jalan ini segera terealisasi. Ia juga menekankan perlunya pengawasan yang ketat selama pengerjaan agar hasilnya maksimal. Selain itu, ia mengingatkan bahwa gorong-gorong sekitar 300 meter dari Masjid Haqqul Yakin menuju Polsek perlu diperbaiki, karena sering menjadi penyebab banjir yang merendam Sekolah Dasar (SD) di sekitar area tersebut.
Dukungan untuk Pengembangan Pariwisata
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Langkat, Jhon Binsar Ketaren, turut menyampaikan permintaan dukungan dari Pemprov Sumut untuk pengembangan sektor pariwisata di wilayah Bahorok. Ia menilai bahwa perbaikan infrastruktur jalan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya tarik wisatawan.
Usulan Pembangunan Penahan Jalan
Sementara itu, Kepala Desa Timbang Lawan, Malik Nasution, mengusulkan pembangunan jonggol (penahan) sepanjang 150 meter di kanan dan kiri titi gantung di desanya. Usulan ini dimaksudkan untuk melindungi rumah warga dari potensi longsoran tanah yang bisa terjadi akibat erosi atau cuaca ekstrem.
Rencana Jangka Panjang
Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah-wilayah yang membutuhkan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi untuk memastikan proyek berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Perbaikan jalan di Bahorok tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang transparan, diharapkan semua pihak dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik dan aman.
