Pengunduran Diri Rani Permayani dari TP PKK Kota Tasikmalaya
Rani Permayani, yang menjabat sebagai Ketua I Tim Penggerak (TP) PKK Kota Tasikmalaya periode 2025-2030, memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi tersebut. Keputusan ini diambil meski masa jabatannya belum mencapai 10 bulan. Pengunduran diri Rani dilakukan atas dasar alasan kesehatan yang dipengaruhi oleh permintaan suaminya.
Pengajuan surat pengunduran diri telah dilakukan dua bulan sebelumnya, namun hingga saat ini belum mendapatkan persetujuan dari Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri. Meskipun begitu, Elvira menyatakan bahwa keputusan Rani murni didasari pertimbangan kesehatan dan bukan karena konflik internal atau dinamika dalam kepengurusan PKK.
Peran Penting dalam TP PKK
Sebagai Ketua I TP PKK, Rani memiliki tanggung jawab besar dalam penguatan karakter keluarga, perencanaan, pengawasan, serta pelaksanaan berbagai program. Tugas ini mencakup aspek seperti pola pengasuhan anak, pendidikan karakter, dan penguatan peran perempuan dalam masyarakat.
Rani menjelaskan bahwa keputusan untuk mundur tidak terkait dengan masalah internal maupun dinamika kepengurusan PKK. Ia juga menegaskan bahwa komunikasi dengan jajaran pengurus dan ketua TP PKK tetap berjalan baik. Alasan utama adalah karena kondisi kesehatannya yang kurang stabil, sehingga ia merasa tidak mampu mengikuti aktivitas PKK yang cukup padat.
“Suami minta saya istirahat dan saat ini kondisi saya kurang baik. Sehingga belum memungkinkan untuk mengikuti kegiatan PKK yang cukup padat,” ujar Rani dalam konfirmasi terhadap media.
Tanggapan dari Ketua TP PKK
Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, menyampaikan bahwa keputusan Rani murni didasari pertimbangan kesehatan. Menurut Elvira, surat pengunduran diri Rani sudah diterima lima bulan lalu. Saat ini, Rani sedang menjalani pengobatan secara berkala, mulai dari Purwakarta hingga Bogor.
Elvira sempat menyarankan agar Rani tidak mengundurkan diri, melainkan mengambil cuti sementara untuk pemulihan kesehatan. Namun, ia menghormati keputusan Rani yang lebih memilih mundur demi menjaga kondisi kesehatannya.
“Kami senantiasa menyelipkan doa dan berharap agar Bu Rani segera diberikan kesembuhan sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” tambah Elvira.
Kondisi Kesehatan yang Mengkhawatirkan
Dari informasi yang diperoleh, Rani diketahui sedang menjalani rangkaian pengobatan yang cukup intensif. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatannya membutuhkan perhatian serius dan waktu yang cukup lama untuk pemulihan. Meski demikian, Rani tetap menjaga hubungan baik dengan seluruh anggota TP PKK, termasuk dengan Ketua Elvira.
Keputusan Rani untuk mundur dari jabatan penting ini menunjukkan bahwa kesehatan pribadi menjadi prioritas utama. Selain itu, tindakan ini juga menunjukkan kepekaan terhadap permintaan suami yang ingin ia lebih fokus pada pemulihan.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan pengunduran diri Rani, TP PKK Kota Tasikmalaya akan segera mencari pengganti yang mampu melanjutkan tugas-tugas strategis yang sebelumnya diemban oleh Rani. Meski ada kekosongan, pihak TP PKK tetap optimis bahwa semua program akan berjalan lancar tanpa gangguan.
Sementara itu, masyarakat dan rekan-rekan kerja Rani memberikan dukungan penuh kepada ia. Semoga dengan istirahat yang cukup, Rani bisa segera pulih dan kembali berkontribusi di bidang yang ia cintai.
