Daerah  

Hujan Deras Gegerkan Majalengka, TPT Ambruk dan Dua Rumah Tertimbun Longsor


Bencana Tanah Longsor di Majalengka Akibat Curah Hujan Tinggi

Curah hujan tinggi kembali memicu bencana tanah longsor di Kabupaten Majalengka. Sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di bahu jalan ambruk dan menimpa dua rumah milik warga atas nama Dedi dan Lili Sofian pada Minggu (23/11/2025) pagi. Kejadian ini terjadi saat sebagian warga masih berada di dalam rumah, sehingga membuat kejutan bagi masyarakat setempat.

Longsor terjadi pada pukul 05.12 WIB, ketika wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi selama lebih dari empat jam berturut-turut. TPT bahu jalan yang tidak mampu menahan derasnya air hujan akhirnya runtuh. Hal ini menyebabkan kerusakan serius pada dua bangunan yang berada di bawah lokasi longsor.

Kepala Dinas BPBD Majalengka melalui Kasie Kedaruratan Reza Permana membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa hujan berkepanjangan menjadi penyebab utama runtuhnya TPT hingga menimpa rumah warga yang berada persis di bawah lokasi longsor.

“Dua rumah warga terkena dampak TPT bahu jalan yang longsor. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” kata Reza Permana. Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan pada struktur bangunan cukup signifikan dan membuat penghuninya harus waspada terhadap kemungkinan longsoran lanjutan.

Reza mengungkapkan bahwa longsornya TPT tidak hanya disebabkan faktor cuaca, tetapi juga dipicu oleh kurang optimalnya sistem drainase di kawasan tersebut. Air hujan yang tidak tertata dengan baik menyebabkan tekanan berlebih pada struktur TPT hingga akhirnya ambruk. Selain itu, kondisi kontur tanah yang labil juga menjadi faktor memperparah situasi. Dengan curah hujan yang tinggi, tanah menjadi jenuh air dan tidak mampu lagi menahan beban, sehingga memicu terjadinya longsor.

“Hari ini BPBD Majalengka bersama warga dan aparat setempat akan melakukan assessment dan kaji cepat untuk menentukan langkah penanganan berikutnya,” tambahnya. Tim akan memeriksa stabilitas tanah, potensi longsor susulan, serta kebutuhan relokasi sementara bagi warga terdampak.

BPBD mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar tetap waspada, terutama di musim hujan. Pemerintah daerah juga berencana melakukan evaluasi terhadap struktur TPT dan sistem drainase di wilayah-wilayah yang memiliki risiko tinggi terjadinya bencana serupa.

Faktor-Faktor yang Memicu Bencana

Berikut beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor di Majalengka:

  • Curah hujan tinggi: Wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi selama lebih dari empat jam.
  • Sistem drainase yang tidak optimal: Air hujan yang tidak tertata dengan baik menyebabkan tekanan berlebih pada struktur TPT.
  • Kontur tanah yang labil: Tanah yang jenuh air tidak mampu menahan beban, sehingga memicu longsoran.
  • Faktor cuaca ekstrem: Cuaca yang tidak menentu memperparah kondisi tanah dan struktur bangunan.

Upaya Penanganan dan Pencegahan

Setelah kejadian, BPBD Majalengka segera melakukan tindakan darurat. Tim akan melakukan pengecekan terhadap stabilitas tanah dan memastikan keamanan warga. Selain itu, pihak berwenang juga akan meninjau ulang struktur TPT dan sistem drainase di daerah rawan.

Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana alam. Diharapkan, dengan adanya edukasi dan pemantauan yang lebih intensif, kejadian serupa dapat diminimalisir.

Warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga penanggulangan bencana, harapan besar dipegang untuk mencegah bencana serupa terulang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *