Proses Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap untuk Korban Bencana Cibeunying Majenang
Proses pembangunan rumah hunian sementara (huntara) bagi korban bencana longsor di Cibeunying, Majenang, terus berjalan dengan percepatan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Taryo menjelaskan bahwa target awal pembangunan huntara adalah sebanyak 50 unit. Hingga saat ini, sebanyak 21 unit sedang dalam proses pengerjaan.
Lokasi pembangunan huntara berada di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari lokasi bencana longsor Cibeunying. Berdasarkan kajian awal, titik tersebut dinilai aman dan relatif dekat dengan lokasi bencana. Hal ini memudahkan para penyintas untuk tetap berada dalam satu kecamatan tanpa harus meninggalkan wilayahnya.
Selain huntara, pemerintah juga sedang menyiapkan hunian tetap (huntap) untuk warga Cibeunying. Menurut data yang ada, sekitar 296 rumah di daerah tersebut berpotensi direlokasi. Namun, jumlah ini masih bersifat sementara dan belum final, karena masih menunggu hasil kajian resmi untuk verifikasi akhir.
Lokasi pembangunan huntap akan berada di wilayah Majenang dengan disiapkannya lahan seluas 37.852 meter persegi. Saat ini, pembersihan lahan telah dilakukan dengan progres sekitar 40 persen. Meskipun demikian, seluruh area tersebut sudah siap untuk dibangun. Penataan blok hunian telah dirancang, dan dalam waktu dekat akan memasuki tahap pembangunan fisik. Namun, hasil kajian dari PVMBG masih menunggu turun.
Taryo menyampaikan bahwa baik untuk huntara maupun huntap, sudah tersedia dua sampel bangunan. Sampel tersebut sudah berdiri, sementara area untuk huntap sedang dalam proses pembersihan. Dengan adanya sampel ini, diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas kepada masyarakat mengenai bentuk dan struktur hunian yang akan dibangun.
Untuk mendukung aktivitas pembangunan, pasokan listrik sementara telah disediakan dari kantor pos Damkar dan sedang diproses untuk jaringan permanen. Selain itu, beberapa hal mendesak perlu segera diwujudkan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat. Beberapa di antaranya meliputi:
- Pipanisasi air bersih
- Instalasi listrik permanen
- Penguatan keamanan lingkungan
- Percepatan pematangan lahan
- Penanganan sampah dan limbah perumahan
- Penyediaan toilet portable
- Piket OPD untuk pengawasan lapangan
- Penyediaan tenda kerja bagi petugas dan pekerja
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pembangunan hunian sementara dan tetap dapat segera diselesaikan sehingga para korban bencana dapat segera kembali merasa nyaman dan aman di tempat tinggal baru mereka.
