Daerah  

Gerindra Adakan Pelatihan Politik untuk Kader dan Pendukung di Alor


Pendidikan Politik Partai Gerindra Kabupaten Alor

Pendidikan politik merupakan salah satu kegiatan penting yang dilakukan oleh Partai Gerindra untuk memperkuat kader dan simpatisannya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang ideologi partai serta membentuk kader yang tangguh, berintegritas, dan berintelektual. Dengan demikian, kader dapat lebih siap dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Tujuan dan Peserta Kegiatan

Kegiatan pendidikan politik yang digelar di Sekretariat DPC Gerindra Kabupaten Alor pada Rabu 31 Desember lalu menghadirkan dua orang pemateri. Mereka adalah Kepala Kesbangpol Kabupaten Alor, Mesakh Blegur, dan Anggota DPRD Provinsi NTT, Soleman Boli Goramgmau atau akrab disapa Pak Boli. Sebanyak sekitar 400 peserta hadir dalam acara tersebut.

Hadir juga dalam kegiatan ini Ketua DPC Gerindra Kabupaten Alor, Yusakh Atamau, pengurus Partai dari jajaran DPC hingga PAC, Sesepuh, kader, dan simpatisan Partai. Acara dibuka oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Alor, Mesakh Blegur.

Penjelasan dari Kepala Kesbangpol

Mesakh Blegur menyampaikan bahwa pendidikan politik menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan partai politik. Namun, selama ini pemerintah daerah belum optimal dalam memberikan pendidikan politik bagi masyarakat karena adanya keterbatasan. Oleh karena itu, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Partai Gerindra yang telah aktif dalam menjalankan peran tersebut.

Menurut Blegur, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sebagai wadah silaturahmi antara sesama anggota partai. Kedua, kesempatan bagi anggota partai untuk bertukar informasi baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat. Ketiga, meningkatkan wawasan dan membangun kekuatan serta solidaritas di kalangan kader partai.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyiapkan kader partai di bidang legislatif dan eksekutif. Saat ini, Partai Gerindra memiliki empat kader di legislatif yang menjadi pemenang kedua dalam pemilu. Di tingkat provinsi, ada Pak Boli yang mewakili dapil 6 dengan suara cukup signifikan. Untuk tingkat pusat, belum ada kader dari Alor yang terpilih. Hal ini menjadi motivasi agar ada wakil di DPR RI agar aspirasi masyarakat bisa tersalurkan.

Materi yang Menyentuh Hati

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi. Blegur dan Boli memberikan penjelasan yang mudah dipahami dan sangat mencerahkan para peserta. Blegur menjelaskan arti parpol yang diatur dalam UU No.2 tahun 2011. Parpol tidak hanya bertujuan memperjuangkan kepentingan anggota masyarakat, tetapi juga menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Parpol juga menjadi saluran aspirasi dan sarana bagi kader untuk menjadi eksekutif dan legislatif. Tujuan utama parpol adalah kesejahteraan rakyat. Isu seperti jembatan, jalan, air bersih, pendidikan, dan kesehatan menjadi fokus perjuangan partai. Selain itu, parpol juga berperan dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat.

Penjelasan dari Soleman Boli

Soleman Boli dalam materinya menjelaskan bahwa seorang kader harus memiliki ideologi dan karakter yang benar. Ideologi menjadi kompas arah tujuan, tanpa ideologi kuat partai akan kehilangan jati diri. Ideologi bukan sekadar slogan, tetapi nilai hidup yang nyata. Kader harus memahami masalah yang ada di masyarakat dan menjunjung demokrasi.

Boli juga menjelaskan tugasnya di Komisi 4 DPRD Provinsi NTT yang menangani infrastruktur dan kelistrikan. Ia melakukan upaya untuk memperjuangkan alokasi anggaran jalan provinsi di Alor. Tahun 2025, Alor mendapat Rp8 miliar untuk pembangunan jalan Kalabahi-Kokar dan Mola-Mataraben.

Selain itu, Boli juga melakukan hal-hal kecil untuk membantu masyarakat. Salah satunya adalah rumah sehat singgah Alor di Kupang yang gratis untuk keluarga yang sakit. Ia juga membangun kemitraan dengan beberapa tokoh untuk membantu anak-anak Alor mendapatkan beasiswa.

Kader yang Siap Memimpin

Boli menekankan pentingnya menciptakan kader yang matang dan tangguh. Proses pembentukan kader dimulai dari tingkat kader hingga fungsionaris. Tahapan ini menjadi bagian dari pengambilan keputusan dan persiapan menjadi pemimpin. Kader yang melalui proses ini akan siap ditempa di medan mana pun.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *