Daerah  

Geger Penambangan di Gunung Slamet, Gubernur Jateng Bentuk Satgas Penanganan Tambang


Langkah Cepat Pemprov Jawa Tengah Tangani Isu Penambangan di Gunung Slamet

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menanggapi isu penambangan yang viral di kawasan Gunung Slamet dengan langkah-langkah tegas. Gubernur Ahmad Luthfi mengambil inisiatif untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pertambangan, yang akan melibatkan berbagai instansi terkait seperti kepolisian, TNI, dan Kejaksaan Tinggi. Tujuannya adalah memastikan bahwa penanganan masalah ini dilakukan secara efektif dan sesuai aturan yang berlaku.

“Kita bentuk satgas penambangan yang berisi dinas terkait, kepolisian, TNI, dan kejaksaan. Besok ESDM langsung buat surat ke Polda, Kodam, dan Kejaksaan agar penanganannya tidak salah sasaran,” ujar Gubernur Luthfi.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam mengawasi aktivitas tambang, terutama di area yang rawan dan memiliki status konservasi. Dengan adanya satgas, diharapkan pengawasan bisa lebih terarah dan cepat.

Gunung Slamet Dalam Proses Menjadi Taman Nasional

Dalam dialog publik bersama mahasiswa di Anjungan Jawa Tengah, TMII, Jakarta Timur, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa Gunung Slamet sedang dalam proses penetapan sebagai taman nasional. Hal ini berarti segala bentuk aktivitas penambangan di kawasan tersebut dilarang keras.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas pertanyaan dari Dikri Mulia, mahasiswa Universitas Indonesia asal Pemalang, yang menyampaikan kekhawatiran terkait aktivitas penambangan pasir di Gunung Slamet dan dampak lingkungan yang mungkin terjadi. Dikri juga menyoroti banjir bandang yang terjadi di Sumatra tengah, yang menelan ratusan korban jiwa.

Luthfi menjawab dengan tegas bahwa Gunung Slamet sudah dalam proses menjadi kawasan taman nasional, sehingga penambangan tidak diperbolehkan. Ia menekankan pentingnya menjaga ekosistem gunung tersebut sebagai benteng ekologi penting di Jawa Tengah.

Instruksi Kepada Kepala Daerah dan Mitigasi Dini

Gubernur Luthfi menyebut bahwa masukan dari masyarakat, termasuk mahasiswa, menjadi pengingat penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat upaya pencegahan bencana. Ia telah memerintahkan para kepala daerah yang berdekatan dengan kawasan lereng Gunung Slamet untuk memperketat pengawasan lingkungan dan mencegah aktivitas yang merusak ekosistem pegunungan.

Ia juga menambahkan bahwa sebelum polemik ini mencuat, pemerintah provinsi sudah mengeluarkan imbauan agar seluruh wilayah waspada terhadap potensi longsor, banjir bandang, dan kerusakan lingkungan—terutama di daerah pegunungan dan dataran tinggi.

Ajakan Masyarakat untuk Ikut Jaga Kelestarian Alam

Selain itu, Gubernur Luthfi juga menyerukan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian Gunung Slamet dan kawasan rawan lainnya. Menurutnya, perlindungan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat.

Dengan pembentukan Satgas Penanganan Pertambangan, Pemprov Jawa Tengah berharap penertiban dapat dilakukan lebih terarah dan cepat. Selain itu, kepastian bahwa kawasan Gunung Slamet tetap terjaga sebagai benteng ekologi penting di Jawa Tengah bisa tercapai.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *