Pemkot Serang Kaji Penetapan Kantong Parkir di Kawasan Royal Baroe
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sedang melakukan pengkajian terkait penetapan kantong-kantong parkir di kawasan Royal Baroe. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang akan menghitung volume lalu lintas kendaraan serta menentukan jumlah kendaraan yang dapat diakomodir di empat titik kantong parkir, yaitu Jalan Diponegoro, Jalan Juhdi, Jalan SM Hasanuddin, dan eks bioskop Merdeka.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang Iwan Sunardi menjelaskan bahwa pihaknya bersama beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan membahas dan mengkaji secara bersama-sama untuk penetapan kantong-kantong parkir tersebut.
“Kami akan mengkaji dulu dan membahas kantong-kantong parkir di sekitar kawasan Royal Baroe dan Pasar Lama,” ujarnya pada Rabu, 10 Desember 2025.
Saat ini, dalam perencanaan awal, terdapat beberapa lokasi yang direncanakan menjadi tempat parkir pengunjung Royal Baroe. Beberapa di antaranya adalah Jalan Diponegoro, Jalan SM Hasanuddin di Pasar Lama, dan Jalan Juhdi lingkungan Kantin.
Iwan menambahkan bahwa Jalan Diponegoro dan Pasar Lama masih dalam pembahasan, dan nantinya akan dikaji oleh Dinas Perhubungan terlebih dahulu. Dalam kajian tersebut, akan dibahas terkait arus lalu lintas dan volume kendaraan yang melewati jalan tersebut. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kemacetan baru dan kawasan Royal Baroe steril dari parkir tepi jalan umum.
“Makanya nanti kita lihat hasil kajian dari Dinas Perhubungan, berapa volume kendaraan, dan jumlah kendaraan yang bisa terakomodir. Jadi menunggu hasil kajiannya,” katanya.
Menurut Iwan, keinginan dari DPUPR Kota Serang adalah agar kawasan Royal Baroe sudah steril dari parkir kendaraan. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu pekerjaan yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan, terutama karena target penyelesaian proyek tersebut adalah bulan Desember tahun ini.
“Kalau kami inginnya sudah steril (parkir kendaraan), supaya tidak mengganggu aktivitas pekerjaan kami di lapangan. Tapi kami masih beri kelonggaran untuk masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, terkait progres pekerjaan Royal Baroe, saat ini baru mencapai sekitar 63 persen. Secara keseluruhan, pengerjaan dalam tahap finalisasi pemasangan fasilitas umum.
“Tapi itu sisanya kami hanya tinggal pasang aksesoris saja. Seperti bangku taman, lampu, dan sebagainya,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil menjelaskan bahwa Jalan Juhdi akan dijadikan sebagai salah satu kantong parkir dan steril dari lalu lalang kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor.
“Nanti steril, tidak boleh ada kendaraan melintas di Jalan Juhdi. Karena di sana akan jadi tempat parkir,” ujarnya.
Wahyu menambahkan bahwa terdapat beberapa titik yang akan dijadikan kantong parkir di kawasan Royal Baroe, selain Jalan Juhdi. Di antaranya adalah eks bioskop Merdeka yang akan dijadikan parkir eksisting, serta Roberta yang saat ini sedang dilakukan komunikasi untuk dijadikan lahan parkir.
“Termasuk Borobudur. InsyaAllah parkiran sudah kami siapkan. Walaupun nanti ekspektasinya melebihi atau penuh, kami mengupayakan membiasakan kawasan Royal Baroe yang ramah untuk pejalan kaki,” tuturnya.
