Cuaca Jawa Tengah: Hujan Lebat Diprediksi Guyur Sejumlah Wilayah
Pada Sabtu (5/7), cuaca di Jawa Tengah mengalami perubahan signifikan dari pagi hingga malam hari. Diawali dengan kondisi cerah berawan hingga berawan pada pagi dan siang hari, cuaca diperkirakan akan berubah menjadi berawan tebal yang disertai hujan ringan hingga lebat di beberapa wilayah pada sore hingga awal malam.
Menurut prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, hujan sedang hingga lebat berpotensi turun di sejumlah daerah pegunungan dan dataran tinggi bagian tengah dan timur Jawa Tengah. Curah hujan tersebut bahkan bisa disertai fenomena alam seperti kilat, petir, dan angin kencang.
Berikut adalah rincian prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Tengah:
Wilayah Berpotensi Hujan Sedang-Lebat:
- Purbalingga
- Banjarnegara
- Wonosobo
- Temanggung
Wilayah Berpotensi Hujan Ringan-Sedang:
- Purwokerto
- Mungkid
- Boyolali
- Kajen
- Slawi
- Magelang
- Salatiga
- Bumiiayu
- Majenang
- Ambarawa
Wilayah Berawan:
- Klaten
- Sukoharjo
- Wonogiri
- Rembang
- Pati
- Jepara
- Demak
- Surakarta
- Semarang
Wilayah Berpotensi Hujan Ringan:
- Cilacap
- Purworejo
- Karanganyar
- Sragen
- Grobogan
- Blora
- Kendal
- Batang
- Pemalang
- Brebes
- Pekalongan
- Tegal
- Ungaran
Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan terkait ketinggian gelombang laut di wilayah pesisir Jawa Tengah. Di Perairan Selatan, tinggi gelombang dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter. Sementara itu, di Perairan Utara, gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Arif menyarankan kepada masyarakat yang tinggal atau melakukan aktivitas di daerah rawan seperti pegunungan dan pesisir selatan untuk tetap waspada. Ia mengimbau warga agar mempersiapkan perlengkapan antisipasi hujan saat bepergian dan tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan disertai petir.
Kondisi angin di Jawa Tengah diprakirakan akan bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan 5 hingga 25 km/jam. Suhu udara berkisar antara 19 hingga 33 derajat Celsius, sementara kelembapan udara mencapai 60–95 persen.
Dengan kondisi cuaca yang fluktuatif ini, masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi terbaru dari BMKG serta menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan risiko yang timbul akibat perubahan cuaca mendadak.
