Daerah  

China Melarang Power Bank Tanpa Sertifikasi Keamanan Dibawa ke dalam Pesawat


Insiden power bank yang terbakar di dalam pesawat bukanlah kali pertama terjadi. Pada awal Januari lalu, pesawat Air Busan terbakar di Bandara Internasional Gimhae setelah diduga salah satu power bank milik penumpang yang tersimpan di bagasi atas terbakar.

Tidak hanya itu, jika menengok ke belakang lebih jauh lagi, insiden serupa juga pernah terjadi pada pesawat Royal Air Philippines yang terbang dari Boracay menuju Shanghai, Tiongkok, pada 19 Februari 2024 lalu. Dalam video terlihat salah satu power bank milik penumpang meledak dan menghasilkan kepulan asap. Kejadian ini membuat pesawat akhirnya melakukan pendaratan darurat di Hong Kong.

Tindakan tegas Pemerintah Tiongkok akhirnya diambil sebagai buntut dari rangkaian insiden tersebut, yaitu melarang penumpang membawa power bank yang tidak memiliki sertifikasi keselamatan ke dalam pesawat.

Dilansir

Reuters

Larangan yang berlaku mulai Sabtu (28/6) tersebut tidak mengizinkan power bank tanpa sertifikasi keselamatan untuk dibawa dalam penerbangan domestik maupun internasional di wilayah China. Kebijakan ini juga mencakup power bank yang baru-baru ini ditarik dari peredaran karena alasan keamanan.

Perangkat elektronik bertenaga baterai lithium, seperti laptop, ponsel, rokok elektrik, dan power bank memiliki potensi mengeluarkan asap, panas ekstrem, hingga menyebabkan kebakaran apabila mengalami kerusakan atau cacat produksi yang menyebabkan korsleting.

Berdasarkan data dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat, insiden terkait baterai

panas berlebihan

di dalam pesawat kini terjadi rata-rata tiga kali setiap dua minggu, meningkat drastis dari rata-rata satu kali per minggu pada tahun 2018.

Power Bank Bersertifikasi 3C

Otoritas penerbangan China (CAAC) menegaskan bahwa semua power bank yang dibawa dalam penerbangan harus memiliki label sertifikasi “3C” (

Sertifikasi Wajib Tiongkok

), sebuah standar keamanan wajib untuk produk-produk yang dapat mempengaruhi keselamatan dan lingkungan.

Beberapa produsen besar, seperti Anker dan Romoss bahkan telah menarik kembali sejumlah produk baterai mereka bulan ini. Otoritas regulasi China juga telah mencabut atau menangguhkan sertifikasi 3C terhadap sejumlah pabrikan baterai karena kekhawatiran serupa.

Kebijakan baru ini merupakan bagian dari langkah pencegahan serius terhadap risiko kebakaran di pesawat, menyusul meningkatnya ketergantungan masyarakat pada perangkat elektronik. Bagi penumpang yang akan terbang dari atau ke Tiongkok, penting untuk memastikan power bank yang dibawa telah memenuhi standar sertifikasi yang diwajibkan.

Meskipun power bank masih diperbolehkan dibawa di bagasi kabin sesuai standar internasional, sejumlah maskapai kini melarang penggunaannya selama penerbangan, dan mewajibkan perangkat tersebut tetap terlihat sepanjang waktu untuk memudahkan deteksi dini jika terjadi masalah.

China sendiri telah melarang penumpang mengisi daya perangkat dengan power bank sejak 2014 selama penerbangan. Sementara itu, Southwest Airlines di AS baru-baru ini menjadi maskapai pertama di negara tersebut yang mewajibkan power bank tidak boleh disimpan dalam tas tertutup, dan harus terlihat saat digunakan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *