Daerah  

BPJS Ketenagakerjaan untuk 200.000 Pekerja Informal di Bandung, Termasuk Petani


Perlindungan Jaminan Sosial untuk Pekerja Informal di Kabupaten Bandung

Pemerintah Kabupaten Bandung terus berupaya memberikan perlindungan jaminan sosial kepada para pekerja informal melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, sekitar 200.000 pekerja informal telah mendapatkan manfaat dari program ini, dengan iuran yang sepenuhnya ditanggung oleh APBD Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menjelaskan bahwa penerima manfaat dari program ini mencakup berbagai kelompok masyarakat yang bekerja di sektor informal. Di antaranya adalah sopir angkutan kota, pengemudi ojek pangkalan, mitra penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi, petani, kusir delman, pengayuh becak, pengurus RT dan RW, aparat desa, serta kader PKK RW maupun desa.

“Program ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian. Hal ini merupakan bentuk dukungan Pemkab Bandung terhadap berbagai program kerja yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Bupati Dadang Supriatna pada Kamis, 25 September 2025.

Dari jumlah penerima manfaat tersebut, kelompok petani menjadi yang terbesar. Pihak Pemkab Bandung mencatat bahwa sekitar 87.000 petani telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya perlindungan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan pekerja informal lainnya. Selain itu, mereka juga dapat menjalankan pekerjaan dengan lebih tenang dan aman.

Selain itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Kunto Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dalam upaya memberdayakan pekerja di desa. Beberapa kelompok yang menjadi fokus adalah petani, nelayan, pelaku UMKM, serta pekerja harian lepas lainnya.

Kunto menambahkan, tujuan utama dari kerja sama ini adalah agar para pekerja di desa dapat memahami dan merasakan langsung manfaat dari program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan demikian, mereka akan lebih sadar akan hak-hak mereka sebagai pekerja dan bisa memanfaatkan program ini secara optimal.

Adanya program ini juga menjadi langkah penting dalam memperluas cakupan perlindungan sosial bagi masyarakat yang selama ini kurang terlindungi. Dengan perlindungan jaminan sosial, pekerja informal tidak lagi merasa khawatir terhadap risiko yang bisa terjadi saat bekerja, baik itu kecelakaan kerja maupun kondisi kesehatan yang memburuk.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup para pekerja. Dengan rasa aman dan nyaman, mereka bisa lebih fokus pada pekerjaan mereka dan berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah.

Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program ini dan memastikan bahwa semua pekerja informal dapat menikmati manfaat dari jaminan sosial. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan instansi terkait, diharapkan kebijakan ini bisa berdampak positif bagi masyarakat luas.

Program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal menjadi bukti nyata bahwa pemerintah peduli terhadap kesejahteraan rakyat. Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat bisa merasakan dampak positif dari kebijakan pemerintah dan memiliki akses yang lebih luas terhadap perlindungan sosial.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *