Tegangnya Hubungan AS dan Afrika Selatan dalam Konteks G20
Tensi antara Amerika Serikat (AS) dan Afrika Selatan semakin memburuk, terutama setelah munculnya deklarasi pemimpin negara anggota G20 yang mencakup isu krisis iklim. Pihak AS menilai bahwa Afrika Selatan mengabaikan prinsip dasar dari pembentukan G20. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, pada 22 November, yang menyatakan bahwa Presiden Cyril Ramaphosa tetap mendukung deklarasi tersebut meskipun AS secara tegas menolak isu-isu yang termuat di dalamnya.
Presiden Donald Trump sebelumnya berharap dapat mengembalikan legitimasi G20 pada tahun 2026 saat AS menjadi tuan rumah. Namun, ketegangan ini muncul bersamaan dengan absennya delegasi resmi AS dalam KTT G20 di Johannesburg. Padahal, negara itu seharusnya menerima giliran presidensi dari Afrika Selatan. Proses serah-terima yang seharusnya dilakukan pada hari pembukaan pun tidak terlaksana.
Sengketa Serah-Terima Presidensi
Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Ronald Lamola, menjelaskan bahwa Washington ingin proses serah-terima dilakukan melalui charge d’affaires Kedutaan AS di Pretoria. Ia menegaskan bahwa Kementerian Hubungan Internasional dan Kerja Sama (DIRCO) ingin membedakan antara serah-terima dan pembahasan substansi yang sedang berlangsung dalam pertemuan para kepala negara serta pejabat.
Lamola menilai bahwa serah-terima harus dilakukan pada tingkat kepala negara atau minimal menteri yang ditunjuk dengan benar oleh Presiden Amerika Serikat. Ia mengatakan, “Sekarang ketika mereka menugaskan seorang charge d’affaires, kami menyampaikan bahwa DIRCO memiliki pejabat yang setara. Karena itu, kami akan melakukan serah-terima di kantor DIRCO kapan saja mulai Senin.”
Ia menambahkan bahwa langkah ini tidak akan merusak hubungan karena tetap dilakukan pada tingkat yang dianggap sesuai. “Kami akan memberikan penghormatan setara kepada mereka. Satu-satunya hal yang kami sampaikan adalah presiden kami tidak bisa menyerahkan presidensi kepada seorang charge d’affaires dalam KTT yang dihadiri begitu banyak kepala negara,” ujarnya.
Hubungan Kedua Negara Memburuk
Kisruh ini terjadi setelah keputusan Trump yang sebelumnya mengumumkan bahwa tidak akan mengirim pejabat AS ke Johannesburg. Ia menuduh pemerintah Afrika Selatan melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Afrikaner kulit putih.
Menurut laporan Anadolu, Presiden Ramaphosa pada Kamis menyebut ada kemungkinan perubahan sikap dari AS, namun Gedung Putih segera membantah pernyataan itu. Akibatnya, KTT akhirnya dibuka tanpa kehadiran AS.
Profil Singkat G20
G20 dibentuk pada tahun 1999 dan beranggotakan 19 negara serta dua organisasi regional yaitu Uni Eropa dan Uni Afrika. Organisasi ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi global dan menangani isu-isu penting seperti krisis keuangan, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan. Meski tidak memiliki struktur formal, G20 sering kali menjadi wadah penting bagi negara-negara besar untuk berkonsultasi dan membuat kebijakan bersama.
