Daerah  

Antisipasi kemacetan Nataru 2025, Dishub Malang siapkan strategi lalu lintas terpadu


Persiapan Menghadapi Libur Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Malang

Libur Natal dan Tahun Baru selalu menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat, terutama dalam hal perjalanan. Momen ini sering kali menimbulkan lonjakan aktivitas transportasi, baik untuk tujuan wisata maupun mudik. Hal ini membuat pemerintah daerah, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, memperhatikan secara lebih serius.

Prediksi peningkatan jumlah wisatawan dan masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung telah mendorong Dishub Kabupaten Malang untuk menyusun strategi pengamanan lalu lintas sejak awal. Kebiasaan meningkatnya intensitas kendaraan pada akhir tahun memaksa wilayah ini untuk menyiapkan langkah antisipatif agar kepadatan tidak berubah menjadi kemacetan yang berkepanjangan.

Kepala Dishub Kabupaten Malang, Eko Margianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan awal terhadap titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan. Hasil identifikasi sementara menunjukkan setidaknya tujuh ruas jalan masuk kategori rawan padat. Beberapa di antaranya berada di kawasan Karangploso, seperti Simpang Tiga Masjid Kembar dan Simpang Empat Kepuharjo. Kawasan tersebut setiap tahun menjadi titik krusial karena menjadi akses utama pergerakan menuju Kota Batu maupun Kota Malang.

Eko memprediksi bahwa volume kendaraan tahun ini akan meningkat sekitar 10 hingga 15 persen. Perkiraan ini didasarkan pada pola perjalanan saat libur panjang beberapa bulan terakhir, di mana terjadi lonjakan mobilitas terutama menuju area-area wisata. Oleh karena itu, Dishub bersama Satlantas Polres Malang telah menyiapkan personel yang akan ditempatkan di Pos Yan, Pos Pam, dan Pos Pantau. Selain itu, akan diaktifkan pula Tim Urai untuk menangani penumpukan kendaraan secara cepat, serta menyiagakan truk derek guna mempercepat penanganan kendaraan mogok atau kecelakaan.

Rencana teknis tersebut akan dimatangkan dalam rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dalam waktu dekat. Pembahasan lebih detail diperlukan, terutama terkait jumlah personel, penempatan pos, dan rekomendasi rute alternatif jika terjadi kepadatan ekstrem. Menurut Eko, penyusunan strategi ini penting agar petugas di lapangan dapat bergerak lebih terstruktur.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Malang, Willy Deni Permana, menambahkan bahwa pola penanganan di setiap lokasi tidak bisa disamakan. Beberapa titik akan ditangani dengan rekayasa arus lalu lintas. Contohnya, pada jalur Karanglo menuju Batu, kendaraan akan diarahkan masuk ke Kota Malang apabila kepadatan terjadi di Simpang 3 Masjid Kembar maupun Kepuharjo. Sebaliknya, untuk wilayah seperti Bululawang, penanganan lebih fokus pada penerjunan tim urai karena karakteristik kepadatannya berbeda.

Langkah lain juga disiapkan untuk kawasan wisata unggulan, salah satunya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pada malam pergantian tahun, Dishub menerapkan pembatasan kendaraan pengunjung. Pengunjung tanpa tiket resmi akan diminta putar balik untuk mengendalikan lonjakan kendaraan di kawasan taman nasional. Koordinasi dengan Balai Besar TNBTS akan dilakukan untuk memastikan kebijakan ini berjalan tanpa mengganggu aktivitas wisata secara keseluruhan.

Selain itu, sejumlah titik lain masih menunggu koordinasi lebih lanjut, seperti perlintasan Kereta Api Karanglo yang memerlukan komunikasi dengan PT KAI, serta area Wisata Flora Santera de Laponte yang membutuhkan pembahasan ulang bersama Polres Batu terkait rekayasa lalu lintas. Willy menegaskan bahwa pada 23 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, pembatasan truk akan diberlakukan. Hanya truk pembawa kebutuhan pokok dan energi yang diperbolehkan melintas untuk menjaga kelancaran jalur wisata dan arus mudik.

Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, Dishub berharap arus perjalanan Nataru tahun ini dapat berlangsung aman dan minim kemacetan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *