Dukungan Pemerintah untuk Petani Padi di Indramayu
Petani padi di Kabupaten Indramayu kini memiliki harapan baru setelah mendapatkan janji dukungan dari Kementerian Pertanian. Pada musim tanam akhir 2025, para petani akan diberikan bantuan dalam bentuk perbaikan sarana dan prasarana pertanian. Tujuannya adalah meningkatkan produksi padi yang lebih baik, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, memberikan solusi terkait masalah yang dihadapi para petani di Indramayu. Ia menjanjikan tiga hal penting yang akan menjadi fokus utama pemerintah. Tiga hal tersebut mencakup penanganan penyelewengan pupuk, percepatan perbaikan irigasi, serta pembentukan brigade pangan di wilayah tersebut.
Peristiwa ini berawal dari aksi damai yang dilakukan oleh sekitar 1.200 petani Indramayu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Rabu, 24 September 2025. Aksi ini menjadi wadah bagi para petani untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah.
Penanganan Masalah Pupuk Bersubsidi
Salah satu isu utama yang disampaikan oleh para petani adalah harga pupuk bersubsidi yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk menanggapi hal ini, Menteri Pertanian segera mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan pencabutan izin bagi distributor atau pengecer yang tidak menjalankan aturan.
“Tidak boleh ada yang menyusahkan petani kita. Jika ada distributor menjual pupuk di atas HET, cabut izinnya mulai hari ini,” tegas Mentan Amran Sulaiman. Dengan langkah ini, diharapkan bisa mencegah praktik-praktik tidak sehat yang merugikan petani.
Percepatan Perbaikan Irigasi
Selain itu, para petani juga mengeluhkan kesulitan dalam mengakses air untuk lahan pertanian. Hal ini sangat berdampak besar terhadap hasil panen. Menanggapi keluhan tersebut, Menteri Pertanian langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Jawa Barat serta Direktur Irigasi Pertanian Kementan.
Ia memastikan bahwa tim akan segera turun ke lapangan untuk menemui petani dan menyelesaikan masalah perpompaan serta irigasi. “Tidak boleh ada lahan yang terbengkalai hanya karena kekurangan air,” ujarnya.
Pembentukan Brigade Pangan
Langkah ketiga yang diumumkan oleh Menteri Pertanian adalah pembentukan Brigade Pangan di Kecamatan Kroya, Indramayu. Brigade ini akan diperkuat dengan alat-alat pertanian modern seperti hand tractor dan pompa air. Tujuannya adalah mempercepat proses tanam dan meningkatkan efisiensi kerja para petani.
“Intinya kami adalah pelayan rakyat. Kami akan monitor semua aspirasi Bapak Ibu. Doakan, jika tidak ada cuaca ekstrem, kita bisa swasembada pangan lebih cepat,” tambahnya.
Harapan dan Kepercayaan Petani
Dengan langkah-langkah cepat yang diambil oleh Menteri Pertanian, para petani Indramayu semakin percaya bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah mereka. Dukungan dan keberpihakan pemerintah pusat diharapkan mampu memperkuat semangat petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Aksi damai yang awalnya hanya sebagai penyampaian aspirasi, berakhir dengan solusi konkret yang diberikan langsung oleh Menteri Pertanian. Para petani pulang dengan hati yang lega dan penuh harapan.
Ketua Serikat Tani Indramayu, Damuri, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian Menteri Pertanian. “Kami datang jauh dari Indramayu dan ternyata beliau sangat peduli pada petani. Bahkan berjanji akan bersilaturahmi langsung ke Indramayu dalam waktu dekat. Pak Amran the best!” ujarnya dengan antusias.






