Daerah  

Bupati M. Syukur Canangkan Gertam Cabai di Desa Rasau, Dorong Petani dan Ibu-Ibu Tanam Cabai di Pekarangan


Bangko, Mediaawas.com-
Pemerintah Kabupaten Merangin terus memperkuat langkah nyata dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan dan mengendalikan inflasi daerah. Komitmen tersebut salah satunya terlihat dalam pencanangan Gerakan Tanam (Gertam) Cabai yang dipusatkan di Desa Rasau, Kecamatan Renah Pamenang, pada Jumat (6/11/2026).
Menariknya, dalam kegiatan ini Bupati Merangin M. Syukur memberikan apresiasi dan pujian khusus kepada para petani serta pemerintah desa setempat atas tingginya semangat dan keaktifan mereka dalam menjalankan berbagai program pemerintah.
Hadir mendampingi Bupati dalam pencanangan tersebut Ketua DWP Merangin Ny. Sri Reseki Zulhifni, perwakilan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Merangin, para kepala desa (kades), penyuluh, kelompok tani, serta warga Desa Rasau.
Selain melakukan penanaman serentak, Bupati M. Syukur juga memanfaatkan momen ini untuk berdialog dan audiensi secara langsung bersama para petani.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur memuji respons positif dan keaktifan para petani di Desa Rasau yang dinilai sangat antusias menyukseskan program pemerintah. Ia menyebutkan bahwa Merangin saat ini mendapat dukungan alokasi dari penyuluh pusat seluas 10 hektar cabai yang didistribusikan ke sejumlah wilayah dengan penyesuaian lahan yang ada.
“Laporan dari Pak Kadis, Desa Rasau ini cukup aktif dari setiap program pemerintah dan ini berhasil. Dan mudah-mudahan ini berhasil Bapak Ibu ya,” puji M. Syukur di hadapan para warga dan petani.
Kendati demikian, Bupati M. Syukur secara tegas mengingatkan agar sektor pertanian tidak berjalan setengah-setengah. Ia menginstruksikan Dinas Pertanian dan Hortikultura agar memastikan kehadiran nyata dan berkelanjutan bagi para petani, mulai dari penyediaan bibit, perawatan, hingga pupuk.
“Jadi bukan sekadar saya resmikan, lalu dipotong pita, dikasih bantuan, kemudian ditinggal begitu saja. Nah, ini yang sering menjadi persoalan. Harapan saya, di bawah naungan Pak Mujibur, sektor pertanian ini betul-betul hidup dan petani merasa punya 'orang tua asuh' atau pendamping yang membina mereka. Mengingat cabai adalah salah satu komoditas penyumbang inflasi kita,” tegas Bupati.
Bupati menegaskan, cabai merupakan salah satu komoditas yang sangat berpengaruh terhadap inflasi daerah. Ketika pasokan menipis dan harga melonjak, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, gerakan tanam cabai ini harus dilakukan secara serius, terukur, dan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Merangin, Mujiburrahman, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Gertam Cabai ini merupakan tindak lanjut arahan pusat guna mengantisipasi gejolak harga pangan di masyarakat.
Selain menggerakkan kelompok tani, program ini juga merangkul para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan pekarangan rumah. Dinas Pertanian berkolaborasi erat dengan TP PKK Kabupaten Merangin yang menginisiasi program inovatif bernama Gertam Ceriwis (Gerakan Tanam Cabai Merah dan Cabai Rawit serta Sayuran).
“Atas saran dari pusat, kita diminta melakukan gerakan cabai ini agar tidak menjadi persoalan di tengah masyarakat. Tujuan lainnya adalah menggerakkan ibu-ibu rumah tangga untuk memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman yang berguna seperti cabai dan sayuran lainnya,” ungkap Mujiburrahman.
Melalui Gertam Ceriwis, setiap rumah tangga didorong untuk memiliki tanaman cabai dan sayuran di pekarangan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap harga pasar sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan pencanangan di Desa Rasau ini diharapkan menjadi contoh dan pemicu semangat bagi desa-desa lain di Kabupaten Merangin untuk turut menggerakkan penanaman cabai dan sayuran.
Dengan dukungan petani yang aktif, pendampingan penyuluh yang berkelanjutan, serta keterlibatan ibu-ibu rumah tangga melalui PKK, Pemerintah Kabupaten Merangin optimistis ketersediaan cabai dapat terjaga, harga tetap stabil, dan inflasi daerah dapat dikendalikan.(*)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *