PSMS Medan Siap Tampil Maksimal Hadapi PSGC Ciamis di Stadion Galuh
Tim PSMS Medan, yang akrab disapa Ayam Kinantan, telah menunjukkan kesiapan penuh menghadapi pertandingan penting dalam lanjutan Liga 2 musim 2026/2027. Laga ini akan digelar di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (31/10/2026), melawan tuan rumah PSGC Ciamis. Meski bermain di luar kandang dengan dukungan ribuan suporter tuan rumah, tim asuhan pelatih Eko Purdjianto tetap tampil percaya diri dan optimistis meraih poin.
Persiapan Matang Sejak H-2
Dalam konferensi pers pra-pertandingan yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting pada Jumat (30/10/2026), pelatih Eko Purdjianto menegaskan bahwa seluruh pemain telah siap secara fisik maupun mental. Ia menyampaikan bahwa tim membawa 23 pemain utama untuk dipersiapkan menghadapi tantangan di lapangan. Selain itu, persiapan sudah dimulai sejak dua hari sebelum pertandingan, termasuk adaptasi terhadap kondisi cuaca dan permukaan lapangan yang berbeda dari biasanya.
“Kita datang dengan 23 pemain yang siap bertarung. Kita juga sudah melakukan adaptasi sejak H-2. Latihan kemarin bahkan dilangsungkan saat hujan, sehingga kami sudah memahami bagaimana kondisi lapangan besok di Ciamis. Kami siap 100 persen,” ujar Eko.
Kehadiran tim lebih awal juga menjadi strategi penting untuk menghindari gangguan akibat perubahan lingkungan, baik dari sisi iklim maupun ritme latihan. Hal ini menunjukkan komitmen tinggi dari manajemen dan staf pelatih untuk menjaga performa maksimal.
Mengantisipasi Ancaman dari Ezechiel N’Douassel
Salah satu fokus utama PSMS adalah menghadapi ancaman dari striker andalan PSGC, Ezechiel N’Douassel. Dengan catatan gol yang konsisten dan kecepatan yang mumpuni, pemain asal Kamerun ini menjadi salah satu amunisi terkuat tuan rumah. Eko Purdjianto secara eksplisit menyebutkan bahwa seluruh pemain timnya telah diberi antisipasi khusus dalam sesi latihan guna mengatasi gaya permainan Ezechiel.
“Kita tahu Eze adalah striker berkualitas. Tapi kita sudah mempersiapkan strategi khusus di latihan agar tidak terkejut saat pertandingan nanti,” tambahnya.
Namun, Eko menekankan bahwa semua pemain PSGC menjadi objek pantauan, bukan hanya satu individu. Timnya akan menerapkan tekanan tinggi dan penjagaan ketat di area tengah untuk mengurangi ruang gerak lawan.
Absennya Syahroni Tak Ganggu Rencana Strategi
Sebagai dampak dari kartu merah yang didapat Syahroni dalam pertandingan sebelumnya, posisi bek tengah harus digantikan oleh pemain cadangan. Namun, Eko menegaskan bahwa absensinya tidak menjadi kendala besar. Tim pelatih telah menyiapkan opsi pengganti yang siap mengisi posisi tersebut tanpa mengganggu alur strategi.
- Pemain pengganti yang dipilih memiliki pengalaman bertanding di level tinggi.
- Latihan intensif dilakukan untuk sinkronisasi permainan antara lini belakang.
- Sistem pertahanan dikembangkan agar tetap solid meskipun tanpa satu pemain inti.
Motivasi dari Suporter Tujuan
Pemain andalan PSMS, Aziz Hutagalung, mengungkapkan bahwa dukungan besar dari suporter PSGC justru menjadi dorongan semangat tersendiri bagi timnya. Menurut Aziz, atmosfer stadion yang ramai dan penuh energi justru membuat para pemain lebih percaya diri dan fokus.
“Kami sering menonton pertandingan PSGC di kandang mereka. Suporter benar-benar luar biasa. Tapi justru karena itu, kami jadi lebih percaya diri. Kami yakin bisa mencuri poin di Stadion Galuh,” kata Aziz.
Ia juga menyoroti bahwa seluruh anggota tim, mulai dari pemain hingga ofisial, telah melakukan antisipasi terhadap kemungkinan perubahan cuaca selama pertandingan. Terlebih, hujan sempat mengguyur wilayah Ciamis saat latihan, sehingga tim sudah siap menghadapi lapangan basah atau licin.
Prediksi dan Harapan Besar
Dengan persiapan yang matang, PSMS Medan tak hanya berharap meraih hasil imbang, tetapi juga menargetkan kemenangan. Pertandingan ini menjadi momen penting untuk menunjukkan kemampuan tim di luar kandang dan memperbaiki posisi di klasemen Liga 2.
[Foto: Para pemain PSMS Medan sedang berlatih di Stadion Galuh sebelum pertandingan]
Di bawah arahan Eko Purdjianto, PSMS Medan tampil sebagai tim yang disiplin, strategis, dan penuh tekad. Dengan mental kuat dan persiapan optimal, mereka siap memberikan perlawanan sengit kepada PSGC Ciamis — sebuah pertandingan yang tak hanya tentang poin, tapi juga tentang harga diri dan ambisi meraih gelar.












