Berita  

Baznas Tulungagung Komitmen Rutin Kirim Bantuan Air Bersih di Desa Terdampak Kekeringan


MediaAwas.Tulungagung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan air bersih ke 14 desa terdampak kekeringan.

Pelepasan armada mobil tangki pengangkut air bersih ini dilakukan langsung oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa. Senin (10/10/2026).

Menurut Baharudin, lima armada mobil tangki air bersih yang diberangkatkan merupakan bantuan dari Baznas dengan kapasitas masing-masing sebesar 5 ribu liter.

“Air bersih ini akan kita berikan kepada warga masyarakat di Kecamatan Pucanglaban, Kalidawir, Tanggunggunung, Sendang, dan Kecamatan Pagerwojo,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, sebaran daerah kekeringan di Kabupaten Tulungagung masih terkonsentrasi di wilayah yang sama.

Di sisi lain, air bersih merupakan kebutuhan harian dari warga, sehingga masyarakat ada yang mengambil sendiri untuk memberikan bantuan di luar bantuan yang diberikan pemerintah.

“Kekeringannya masih tetap di daerah situ-situ saja, tidak meluas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Baznas Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid mengatakan bahwa penyaluran bantuan air bersih telah dilakukan ke sejumlah desa terdampak kekeringan.

Hingga saat ini, Baznas telah mendistribusikan sekitar 15 tangki air bersih ke 12 desa. Penyaluran akan terus dilanjutkan dengan target distribusi tiga tangki per hari melalui kolaborasi bersama lembaga amil zakat (LAZ).

Selain mengirimkan air bersih, Baznas juga menyalurkan bantuan tandon untuk mendukung penyimpanan cadangan air di wilayah terdampak. Sebanyak delapan unit tandon telah disalurkan ke Kecamatan Pagerwojo.

Keberadaan tandon tersebut diharapkan membantu warga menampung air sehingga persediaan dapat digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan, tidak langsung habis setelah distribusi dilakukan.

Abdul Wachid menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui surat resmi dari kepala desa setempat. Warga juga dapat menghubungi Baznas Tulungagung secara langsung untuk menyampaikan kebutuhan bantuan.

Kolaborasi antara Pemkab Tulungagung, Baznas dan lembaga amil zakat (LAZ) diharapkan dapat memperkuat penanganan dampak kekeringan, terutama dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat selama kemarau panjang.

Di tempat yang sama Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tulungagung, Ahmad Mugiono, mengatakan, menyaluran bantuan air bersih akan dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan armada.

Menurutnya, kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Tulungagung disebabkan karena musim kemarau tahun ini berlangsung cukup panjang.

Untuk itu, Pemkab Tulungagung bersama Baznas dan beberapa lembaga lain terus bersiap melakukan pengiriman bantuan air bersih di daerah-daerah yang sudah dinyatakan mengalami kekeringan.

“Hari ini kita akan menyalurkan bantuan air bersih ke 14 desa di Kabupaten Tulungagung. Karena keterbatasan truk tangki, sehari kita bisa mengirim 4 kali pengiriman,” pungkas Ahmad Mugiono.**


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *