Berita  

Disperkim Tulungagung Bangun 12 Unit Jamban Keluarga di Desa Blendis


MediaAwas.TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus memperluas akses sanitasi layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Terbaru, sebanyak 12 keluarga di Desa Blendis, Kecamatan Gondang menerima bantuan pembangunan jamban keluarga pada sub kegiatan penyediaan sub sistem penyediaan unit pengolahan setempat yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Diperkim) Kabupaten Tulungagung.

Plt Kepala Disperkim Tulungagung, Agus Sulistiono S.T., M.T. mengatakan, pembangunan jamban keluarga merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan permukiman yang sehat sekaligus melindungi masyarakat dari risiko penyakit akibat buruknya sanitasi.

“Kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan dari kondisi tubuhnya, tetapi juga dari kesehatan lingkungan dan tempat tinggalnya. Karena itu pemerintah hadir memberikan fasilitas agar setiap rumah warga memenuhi kriteria sehat,” kata Agus Sulistiono, Rabu (23/9/2026).

Ia menambahkan, septic tank yang tidak memenuhi standar, berisiko mencemari tanah maupun sumber air di sekitar permukiman.

Kondisi tersebut dapat memicu berbagai penyakit yang berdampak pada kesehatan masyarakat apabila tidak segera ditangani.

Program pembangunan jamban keluarga bertujuan untuk memastikan limbah rumah tangga dikelola secara aman menggunakan fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan.

“Tujuan kami agar lingkungan tempat tinggal warga menjadi sehat. Jika lingkungannya sehat, masyarakat juga akan lebih sehat dan kualitas hidupnya semakin baik,” jelasnya.

Menurut Agus, program pembangunan jamban keluarga menjadi langkah preventif dalam menjaga kualitas air tanah sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan layak huni di Kabupaten Tulungagung.

Dia berharap pelaksanaan program tersebut mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat seiring membaiknya kondisi sanitasi dan lingkungan permukiman.

“Dengan akses sanitasi yang semakin baik diharapkan bisa menekan risiko pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit berbasis lingkungan,” ucapnya.**


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *