Ringkasan Berita:
- Pemkab Nabire merapikan kawasan Pantai Nabire di Jalan Poros Kalibobo demi mengoptimalkan potensi wisata dan mendukung Kota Layak Anak.
- Penataan mencakup pembersihan lingkungan serta penertiban pedagang UMKM.
- Bupati Nabire, Mesak Magai, menuturkan para pedagang direlokasi ke Taman Gizi, Oyehe, yang direnovasi menjadi pusat kuliner baru agar fasilitas publik pesisir lebih bersih, rapi, dan nyaman.
Laporan Wartawan , Calvin Louis Erari
, NABIRE –Pemerintah Kabupaten Nabire mengambil langkah strategis untuk mempercantik kawasan pesisir di pusat ibu kota Provinsi Papua Tengah dengan menertipkan serta merapikan area Pantai Nabire di Jalan Poros Kalibobo.
Pembenahan kawasan pesisir ini berfokus pada penataan kebersihan lingkungan sekaligus penertiban para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjajakan dagangannya di sepanjang garis pantai.
Bupati Nabire, Mesak Magai, mengatakan penataan terpadu tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi wisata bahari agar tampil lebih rapi, bersih, higienis, serta nyaman bagi para pengunjung.
Dijelaskan bahwa proses pembersihan dan penataan ruang publik tersebut dimulai secara serentak sejak awal pekan.
“Jadi mulai Senin besok sudah kita lakukan agar, Pantai Nabire ini terlihat lebih rapi dan bersih,” kata Mesak kepada Tribun-PapuaTengah.com, Minggu (6/9/2026).
Guna menjaga kelangsungan ekonomi para pedagang lokal, lanjut Mesak, Pemkab Nabire telah menyediakan tempat relokasi terpusat di kawasan Taman Gizi, Kelurahan Oyehe.
Pemkab Nabire juga berkomitmen merenovasi infrastruktur penunjang di lokasi baru tersebut agar para pedagang dan konsumen merasa lebih nyaman saat beraktivitas transaksi jual beli.
Lanjut politisi Partai PDI Perjuangan tersebut, bahwa pemerintah bakal membongkar tembok pembatas di kawasan Taman Gizi Oyehe.
“Pembongkaran struktur fisik ini bertujuan membuka estetika pemandangan lepas ke arah laut agar tetap terlihat jelas oleh para pengunjung dari area pusat kuliner baru”.
Mesak kembali menjelaskan bahwa seluruh rangkaian penataan ini merupakan komitmen jangka panjang dalam mewujudkan tata ruang Kota Nabire yang tertata dan bebas dari kesan kumuh.
“Untuk itu setelah penataan selesai, kawasan Pantai Nabire bakal dijadikan sebagai ruang publik yang ramah bagi keluarga dan anak-anak dalam menunjang Nabire sebagai Kota Layak Anak,” ucapnya.
Sebagai informasi, Pantai Nabire selama ini menjadi spot rekreasi utama warga lokal maupun wisatawan karena posisinya yang sangat strategis di jantung kota.
Selain menyajikan pemandangan laut yang indah, kawasan pesisir ini sering dimanfaatkan sebagai arena kegiatan penting oleh pemerintah daerah, komunitas masyarakat, hingga pihak swasta.
Melalui penataan menyeluruh ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati fasilitas publik pesisir yang lebih tertata, higienis, dan aman.
Di sisi lain, pemindahan aktivitas berjualan ke Taman Gizi diproyeksikan mampu menghidupkan pusat kuliner baru tanpa merusak keindahan ekosistem alam Pantai Nabire. (*)


