Daerah  

Geothermal Ciremai kembali dilelang pusat, akankah perlawanan warga Kuningan terulang lagi?


KABAR KUNINGAN – Gunung Ciremai bukan sebatas titik tertinggi di Provinsi Jawa Barat yang menawarkan keindahan panorama alam dari ketinggian. Lebih dari itu, gunung berapi kerucut tersebut berfungsi sebagai menara air raksasa sekaligus benteng ekologis yang menopang kehidupan jutaan manusia di sekitarnya.

Namun, ketenangan kawasan penyangga kembali diuji. Di tengah masifnya alih fungsi lahan dan menjamurnya bangunan komersial di kaki gunung bersangkutan, masyarakat dikejutkan dengan langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia yang dikabarkan kembali memasukkan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ciremai ke dalam daftar lelang nasional.

Kabar tersebut membangkitkan memori kolektif masyarakat Kabupaten Kuningan. Pertanyaan besar pun bergelayut lagi karena akankah gelombang penolakan keras seperti dekade lalu kembali terulang. Atau justru proyek raksasa energi hijau ini melenggang mulus di bawah kepemimpinan kepala daerah yang baru?

Sementara itu, isu eksplorasi panas bumi (geothermal) di kaki Gunung Ciremai bukanlah wacana baru karena sekitar tahun 2015, polemik serupa pernah memanas hingga titik didih tertinggi. Saat itu, penolakan masif digaungkan oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari aliansi warga, komunitas hingga tokoh setempat yang khawatir terhadap ancaman kerusakan lingkungan dan krisis air bersih.

Baca selengkapnya


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *