Daerah  

Geely EX2 raih bintang lima Euro NCAP, sistem keselamatan berlapis


JAKARTA, – Lembaga uji tabrak independen Euro NCAP resmi mengumumkan hasil penilaian keselamatan untuk Geely E2, hatchback listrik terbaru besutan pabrikan asal China tersebut. Hasilnya, Geely E2 berhasil mengantongi predikat bintang lima, skor tertinggi dalam sistem penilaian Euro NCAP.

Untuk diketahui, khusus untuk pasar dengan konfigurasi setir kanan, termasuk Indonesia, mobil ini dipasarkan dengan nama Geely EX2.

Rating tersebut dipublikasikan pada 2 September 2026, setelah unit uji Geely E2 Ultra berkonfigurasi setir kiri (LHD) menjalani serangkaian pengujian ketat yang mencakup empat aspek utama, yakni perlindungan penumpang dewasa, perlindungan anak, perlindungan pengguna jalan rentan, hingga sistem bantuan keselamatan berkendara.

Mobil dengan bobot kosong 1.365 kilogram dan bodi hatchback lima pintu ini mencatatkan skor yang cukup merata di keempat kategori penilaian. Untuk kategori Safe Driving, Geely E2 meraih 79 persen. Sementara pada aspek Crash Avoidance, skornya sedikit lebih rendah di angka 72 persen. Adapun untuk Crash Protection, mobil ini membukukan 86 persen, dan yang tertinggi ada pada kategori Post Crash Safety dengan raihan 95 persen.

Kelengkapan Fitur Keselamatan Berkendara

Dari sisi Safe Driving, Geely E2 dibekali sistem yang mampu mendeteksi penggunaan sabuk pengaman yang tidak benar, misalnya ketika pengemudi hanya mengenakan bagian pangkuan dari sabuk pengaman. Sistem klasifikasi penumpang pada mobil ini juga dinilai bekerja dengan baik sehingga dapat menyesuaikan kinerja sabuk pengaman berdasarkan postur tubuh penumpang.

Namun demikian, Euro NCAP mencatat bahwa sistem pada Geely E2 belum bisa mengenali penumpang yang duduk dalam posisi tidak wajar, seperti kaki yang diletakkan di atas dasbor.

Di sisi lain, sistem pemantau pengemudi atau driver monitoring pada Geely E2 mendapat skor yang baik, baik untuk mendeteksi gejala distraksi maupun tanda-tanda gangguan konsentrasi pengemudi. Mobil ini pun sudah dilengkapi Child Presence Detection (CPD) yang akan memberikan peringatan apabila ada anak yang tertinggal di dalam kabin.

Menariknya, dalam uji jalan sejauh sekitar 2.000 kilometer yang dilakukan di Jerman, Austria, dan Italia, fitur pembaca batas kecepatan pada Geely E2 tercatat mampu mengidentifikasi rambu batas kecepatan secara akurat pada 76 persen kejadian, atau setara 89 persen dari total jarak tempuh pengujian. Untuk fitur bantuan kemudi, termasuk kemampuan pindah jalur yang diinisiasi pengemudi saat mode berkendara berbantuan aktif, Geely E2 meraih skor sempurna.

Sistem Pencegah Tabrakan Masih Bervariasi

Pada kategori Crash Avoidance, Geely E2 sejatinya telah dilengkapi rangkaian teknologi pencegah tabrakan generasi terbaru. Meski begitu, performa sistem pengereman darurat otomatis atau Autonomous Emergency Braking (AEB) tercatat tidak konsisten di setiap skenario pengujian. Pada sejumlah skenario, sistem ini mampu meraih skor mendekati sempurna, tetapi pada skenario lain skornya bahkan kurang dari separuh.

Sistem pencegah keluar jalur turut diuji dan menunjukkan hasil yang baik dalam pengujian di lintasan, meski dari sisi penerimaan pengemudi terhadap fitur ini hanya mendapat skor sedang di kisaran 40 persen. Sebagai catatan tambahan, Geely E2 juga sudah dibekali sistem antisipasi “dooring”, yakni kondisi ketika pintu mobil dibuka tepat di jalur pesepeda yang melintas dari arah belakang.

Perlindungan Benturan Cukup Solid, kecuali Bagian Kaki Pengemudi

Untuk kategori Crash Protection, hasil uji tabrak offset frontal menunjukkan tingkat perlindungan yang baik hingga memadai untuk seluruh penumpang, kecuali pada bagian kaki pengemudi yang dinilai buruk berdasarkan pembacaan dummy dan pengukuran intrusi pedal. Skor pada kategori ini turut terpangkas karena sabuk pengaman sempat melorot dari bahu dummy anak berusia 10 tahun.

Pada uji tabrak full-width, perlindungan dada penumpang depan hanya mendapat kategori marginal, sementara bagian tubuh lainnya tergolong baik hingga memadai. Berdasarkan data tambahan dan simulasi komputer yang tervalidasi, Geely E2 secara umum menunjukkan perlindungan yang baik pada berbagai kombinasi konfigurasi pengujian dan postur penumpang.

Sementara pada uji tabrak samping menggunakan mobile barrier, perlindungan untuk seluruh penumpang tergolong baik hingga memadai. Adapun pada uji tabrak tiang samping (side pole), perlindungan dada pengemudi berada di level marginal. Geely E2 juga sudah dilengkapi airbag tengah (centre airbag) untuk meminimalkan risiko benturan antarpenumpang saat terjadi tabrakan samping.

Untuk perlindungan pengguna jalan rentan seperti pejalan kaki dan pesepeda, hasilnya cenderung bervariasi. Perlindungan terhadap kepala korban tabrakan hanya tergolong baik di area kaca depan, sementara di sejumlah bagian permukaan kap mesin justru menunjukkan performa buruk hingga lemah. Sebagai perbandingan, perlindungan terhadap area panggul, paha, dan tulang kering secara umum tergolong baik hingga memadai.

Skor Sempurna di Aspek Pasca-Tabrakan

Pada kategori Post Crash, sistem eCall tingkat lanjut pada Geely E2 meraih skor penuh untuk informasi yang dikirimkan saat terjadi kecelakaan, meski layanan pihak ketiga (third party service/TPS) belum tersedia. Di luar itu, Geely E2 tercatat meraih skor sempurna untuk seluruh aspek keselamatan pasca-tabrakan, termasuk fasilitas yang memudahkan proses evakuasi oleh tim penyelamat pertama di lokasi kejadian.

Predikat bintang lima yang diraih Geely E2 ini turut menegaskan komitmen Geely dalam menghadirkan mobil listrik yang tidak hanya mengedepankan efisiensi energi, tetapi juga standar keselamatan yang kompetitif di kelasnya. Rating ini berlaku untuk seluruh varian Geely E2 versi elektrik, baik untuk pasar dengan konfigurasi setir kiri maupun setir kanan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *