JAKARTA, – Ferrari F40 bukan sekadar supercar biasa. Mobil ini memiliki posisi penting dalam sejarah Ferrari karena menjadi model terakhir yang mendapatkan masukan langsung dari pendiri Ferrari, Enzo Ferrari, sebelum meninggal dunia pada 1988.
Ferrari F40 dikembangkan untuk memperingati ulang tahun ke-40 Ferrari. Mobil ini juga tercatat sebagai salah satu mobil produksi pertama yang mampu menembus kecepatan 200 mph atau sekitar 322 km/jam.
Menariknya, kemampuan tersebut hadir pada era ketika mobil belum dilengkapi berbagai fitur keselamatan dan bantuan pengemudi seperti kontrol stabilitas, airbag, maupun pembatas kecepatan yang diwajibkan pemerintah.
Ferrari F40 mengandalkan mesin V8 twin-turbo berkapasitas 2,9 liter. Perpaduan antara performa, minimnya fitur bantuan pengemudi, serta desain yang ikonik membuat F40 menjadi salah satu mobil impian bagi banyak penggemar otomotif sejak akhir 1980-an.
Namun, hanya sekitar 1.300 unit Ferrari F40 yang diproduksi. Harga mobil tersebut di pasar kolektor juga terus melonjak, sehingga tidak banyak orang yang berhasil mewujudkan impian memiliki F40 yang dahulu hanya terpampang di dinding kamar.
Kondisi berbeda tentu berlaku bagi Lewis Hamilton. Juara dunia Formula 1 tujuh kali sekaligus salah satu pebalap dengan bayaran tertinggi di dunia tersebut secara finansial tentu tidak kesulitan untuk memiliki sebuah F40.
Meski demikian, menemukan unit yang sesuai dengan keinginannya ternyata bukan perkara mudah. Setelah hampir dua tahun menjadi pebalap Ferrari di Formula 1, Hamilton akhirnya berhasil mendapatkan Ferrari F40 yang diidamkannya.
Hamilton kemudian membagikan kabar tersebut melalui media sosial. Kecintaan Hamilton terhadap Ferrari F40 sebenarnya bukan hal baru. Ia sebelumnya pernah mengungkapkan keinginannya untuk membuat penerus F40 yang disebut “F44”.
Saat diumumkan sebagai pebalap Ferrari, Hamilton juga secara khusus memastikan Ferrari F40 berada di latar belakang foto pada hari pertama menjalani aktivitas bersama tim di Sirkuit Fiorano.
Kecintaannya terhadap F40 kembali terlihat pada Grand Prix Jepang tahun ini. Hamilton menampilkan supercar tersebut dalam video montase Jepang yang menjadi salah satu konten ikonik.
Padahal, Hamilton bukan sosok yang asing dengan supercar. Ia sebelumnya diketahui pernah memiliki sejumlah mobil eksotis, termasuk Ferrari LaFerrari dan Pagani Zonda 760 yang memiliki emblem “LH”.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Hamilton tampaknya mulai mengurangi ketertarikannya untuk mengoleksi mobil. Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Hamilton telah menjual koleksi mobilnya.
“Saya tidak punya mobil lagi. Saya sudah menyingkirkan semua mobil saya. Saya lebih tertarik pada seni saat ini,” kata Hamilton, dikutip dari , Sabtu (5/9/2026).
“Jika saya akan membeli mobil, itu akan menjadi F40. Tapi itu adalah karya seni yang bagus,” kata Hamilton.
Hamilton kini benar-benar memiliki F40 yang menjadi mobil impiannya. Menurut Hamilton, unit yang didapatkannya tergolong istimewa karena telah tersimpan di garasi selama lebih dari 30 tahun dan tidak digunakan.
Foto yang dibagikan Hamilton memperlihatkan sebuah Ferrari F40 dengan kondisi berdebu. Mobil tersebut tampaknya berada di Ferrari Classiche di Maranello, Italia, yang memang menangani restorasi serta pelestarian mobil-mobil klasik Ferrari.
Hamilton juga membagikan video singkat yang memperlihatkan proses pengungkapan mobil tersebut. Video pengungkapan secara lengkap kemungkinan akan ditampilkan melalui kanal YouTube miliknya. Belakangan ini, Hamilton memang mulai mengeksplorasi dunia otomotif melalui kanal tersebut.
“Ini adalah mobil impian saya. Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua orang yang telah berperan dalam proyek ini. Ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Hamilton.












