KABAR BANTEN – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk membedah realita urgensi rantai pasok nasional serta struktur biaya modern guna mendongkrak daya saing ekonomi makro Indonesia.
Hal tersebut dibahas dalam program “KS Goes to Campus 2026” yang diintegrasikan dengan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), beberapa waktu lalu.
โMengusung tema “Logistic (Un)Locked: Seni Menggerakan Bangsa”, Direktur Utama (Dirut) PT Krakatau Steel Tbk Akbar Djohan sekaligus Ketua Umum Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia secara khusus membongkar serta menyoroti pentingnya pemahaman ekonomi makro terkait struktur biaya logistik, termasuk membongkar fenomena “Gratis Ongkir” yang kerap ditemui dalam transaksi perdagangan elektronik (e-commerce).
Dia menjelaskan, nominal nol rupiah pada ongkos kirim bukan berarti menghilangkan komponen biaya operasional, melainkan mengalihkan beban tersebut kepada pihak penjual, penyedia platform, atau diintegrasikan langsung ke dalam struktur harga produk.
โ”Dalam dunia bisnis, biaya tidak pernah benar-benar hilang, melainkan hanya berpindah. Di balik satu harga produk yang dibayar konsumen, terdapat rantai panjang dan berbagai keputusan bisnis yang melibatkan biaya bahan baku, produksi, distribusi, pajak, hingga margin keuntungan,” katanya.
Baca selengkapnya


