MediaAwas.TULUMGAGUNG – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung periode 2026-2031 resmi dilantik di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (20/8/2026).
Di bawah kepemimpinan Abdul Wachid, BAZNAS menetapkan target pengumpulan zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar Rp15 miliar per tahun.
Saat ini, penyerapan zakat profesi ASN di Tulungagung baru menyentuh angka 30 persen. Sedangkan realisasi penghimpunan total BAZNAS daerah baru berada di kisaran Rp3 miliar dari target pusat sebesar Rp8 miliar per tahun.
“Target pertama adalah pengumpulan. Kami meminta dukungan kepada Bupati agar para ASN yang sudah nisab untuk zakatnya membayarkan melalui BAZNAS. Karena ini akan kembali lagi kepada masyarakat,” kata Abdul Wachid.
Untuk mengejar potensi tersebut, BAZNAS berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung guna mendorong para ASN yang telah memenuhi nisab agar menunaikan zakatnya secara terpusat.
Selain meningkatkan pengumpulan dana, BAZNAS Tulungagung mengalihkan fokus penyaluran dari bantuan konsumtif ke program pemberdayaan ekonomi produktif demi mengentaskan kemiskinan.
Pendampingan usaha mikro akan dilakukan secara berkelanjutan melalui skema bantuan modal, pelatihan, penyediaan peralatan, hingga fasilitasi lapak usaha seperti pengembangan jaringan kafetaria agar mustahik dapat bertransformasi menjadi muzaki.
“Dana umat harus diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat,” ujar Abdul Wachid.
Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyambut baik langkah tersebut dan meminta BAZNAS memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.
Ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang transparan, modern, serta berbasis digitalisasi agar program yang dijalankan selaras dengan visi pembangunan daerah dan memberikan dampak terukur bagi kesejahteraan masyarakat.
“Program-program yang dijalankan hendaknya disusun secara terencana dan memiliki sasaran yang jelas, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ahmad Baharudin.**












