jogja.
YOGYAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang melanda kawasan pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Fenomena ini diprakirakan berlangsung selama empat hari, mulai dari 13 hingga 16 Agustus 2026. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Yogyakarta Feriomex Hutagalung meminta warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar pesisir untuk tetap siaga.
Berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan laut terkini, ketinggian gelombang di perairan DIY diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, yang tergolong dalam kategori tinggi.
“Potensi gelombang tinggi itu dipengaruhi kondisi dinamika atmosfer laut di sekitar wilayah selatan Jawa, seperti Angin Timuran dengan kecepatan yang mencapai 17 knot berpotensi meningkatkan tinggi gelombang yang signifikan dalam beberapa hari ke depan,” katanya.
Peningkatan gelombang laut ini dipicu oleh dinamika atmosfer di sekitar selatan Jawa, salah satunya akibat embusan Angin Timuran yang kecepatannya mencapai 17 knot (sekitar 32 km/jam). Kecepatan angin tersebut berdampak signifikan terhadap lonjakan tinggi gelombang dalam beberapa hari ke depan.
Adapun wilayah perairan yang berpotensi terdampak meliputi Perairan Kabupaten Kulon Progo, Bantul hingga Gunungkidul. Guna mengantisipasi risiko kecelakaan laut, BMKG memperinci batas aman operasional bagi para pengguna moda transportasi laut dan nelayan.
Berikut adalah batas aman operasional untuk berbagai jenis kendaraan laut:
- Perahu nelayan: Berisiko tinggi saat kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
- Kapal tongkang: Perlu mewaspadai angin bertiup di atas 16 knot dengan gelombang mencapai 1,5 meter.
- Kapal feri: Harus ekstra waspada apabila angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang menyentuh 2,5 meter.
BMKG mengimbau para nelayan, wisatawan, serta pengelola kawasan wisata pantai untuk tidak nekat melaut atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai demi mengutamakan keselamatan.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:
- Memastikan perahu dan alat keselamatan dalam kondisi baik sebelum melakukan aktivitas di laut.
- Mengikuti informasi cuaca dan gelombang secara berkala melalui saluran resmi BMKG.
- Menjauhi area pantai yang rawan gelombang tinggi, terutama saat kondisi cuaca sedang tidak stabil.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai yang berisiko tinggi, seperti bermain di daerah pasang surut atau mendekati tebing pantai.
BMKG juga menyarankan kepada pengelola wisata pantai untuk memperkuat pengawasan dan memberikan informasi tentang kondisi cuaca kepada pengunjung. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan laut dan menjaga keselamatan masyarakat.










