Daerah  

Paguyuban RT RW Jadi Jembatan Kebaikan Di Balik Donasi Kaki Palsu Sincia Run 2026


Surabaya mediaawas.com | Tangis haru pecah di tengah kemeriahan Bank Jatim Sincia Run 2026. Bukan karena pelari yang mencapai garis finis, melainkan karena sepuluh warga penyandang disabilitas akhirnya bisa kembali melangkah berkat bantuan kaki palsu — sebuah kepedulian yang dijembatani oleh Paguyuban RT RW hingga menjangkau mereka yang selama ini tak tersentuh. Senini (09/02/2026)

Aksi sosial yang mewarnai gelaran Bank Jatim Sincia Run 2026 yang digelar Minggu, 8 Februari 2026 ini menjadi bukti bahwa Sincia Run bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga ruang kepedulian.

Koordinator Panitia, Dian Wicaksono, menyebut bantuan tersebut sebagai wujud rasa syukur atas karunia kesehatan yang dimiliki para peserta.

“Total ada 10 orang yang menerima bantuan kaki palsu. Ada yang di atas lutut, ada juga yang di bawah lutut,” ujarnya di area Pakuwon City Mall.

Program charity ini terlaksana berkat kolaborasi Rotary Club Surabaya, Yayasan Sugeng Kaki Palsu, serta dukungan Paguyuban RT RW yang menjadi salah satu rekanan Rotary dalam menjaring calon penerima manfaat dari masyarakat.

Ketua Paguyuban RT RW Chamdani, menyambut baik kerja sama tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Rotary dan panitia Sincia Run. Kolaborasi seperti ini benar-benar menyentuh warga kecil yang selama ini kesulitan mengakses alat bantu,” tuturnya.

Rotary Club Surabaya berperan menyeleksi penerima bantuan, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan jaringan masyarakat tingkat bawah. Sementara penyedia prostetik adalah Yayasan Sugeng Kaki Palsu, lembaga yang telah lama konsisten membantu penyandang disabilitas.

Salah satu penerima donasi kaki palsu adalah Pak Minto Adi, Warga dukuh setro rawasan. Ada juga Muhammad Slamet Ariyanto. Pria yang berasal dari Ampel Surabaya itu terpaksa kehilangan kakinya karena kecelakaan motor.

Prostetik yang kini terpasang pada kakinya itu membuatnya kian bersemangat menjalani hari-harinya. Ia merasa sangat terbantu dalam hal mobilitas.

Dalam kesempatan yang sama, Solikhah juga menyatakan sukacitanya. Perempuan 47 tahun itu merasa sangat terbantu dengan donasi kaki palsu.

“Saya seneng banget,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca. Dia tak bisa menahan haru karena kini bisa bergerak dengan lebih leluasa.

Dengan kaki palsu yang terpasang pada tubuhnya, Solikhah yang berprofesi sebagai penjahit itu bisa berjalan dengan normal. Rasa percaya dirinya juga meningkat.

Sugeng yang hadir dalam Bank Jatim Sincia Run 2026 sempat membagikan kisahnya terkait kaki palsu. Sebelum menjadi produsen, rupanya ia adalah pemakai.

Pria 64 tahun asal Mojokerto itu kehilangan kaki kanannya karena kecelakaan. “Awalnya, saya membuat kaki palsu karena sakit hati. Dulu kaki palsu mahal-mahal,” kata dengan nada tinggi.

Mulai 1995, ia membuat kaki palsu untuk saudara-saudaranya. Kemudian, ia memproduksi kaki palsu dalam skala besar pada 2006. Itu berawal dari gerakan 1.000 kaki palsu gratis.

Sugeng tak pernah mau menerima pujian atau ucapan terima kasih dari mereka yang merasa terbantu olehnya. “Yang benar-benar membantu ya para donatur itu,” ujarnya seraya tersenyum (RS/JE)*


Penulis: Rudi Siswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *