Daerah  

Aset Industri Asuransi Jiwa AAJI Tembus Rp648,58 Triliun


Pertumbuhan Aset Industri Asuransi Jiwa Indonesia

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan bahwa total aset yang dimiliki oleh 56 perusahaan anggota AAJI mencapai Rp 648,58 triliun pada periode Januari-September 2025. Angka ini meningkat sebesar 2,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, yang berjumlah Rp 630,12 triliun.

Ketua Bidang Operational of Excellence AAJI, Yurivanno Gani, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri asuransi jiwa memiliki ketahanan bisnis yang kuat serta kesehatan keuangan yang baik dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Total Investasi yang Tercatat

Dalam laporan tersebut, total investasi yang tercatat sebesar Rp 571,40 triliun pada periode Januari-September 2025. Jumlah ini meningkat sebesar 3,2 persen dari periode yang sama pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp 553,53 triliun.

Portofolio Investasi Anggota AAJI

Portofolio investasi anggota AAJI didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN). Total asetnya pada sembilan bulan terakhir tahun 2025 sebesar Rp 236,88 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar Rp 205,66 triliun dan tahun 2023 sebesar Rp 160,29 triliun.

Saham menjadi portofolio investasi kedua terbesar. Pada sembilan bulan terakhir tahun 2025, nilai saham mencapai Rp 124,57 triliun. Meski mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar Rp 144,91 triliun dan tahun 2023 sebesar Rp 156,64 triliun, hal ini disebabkan oleh kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang baru terjadi di kuartal ketiga.

Selain itu, perusahaan asuransi juga telah menempatkan dana dalam deposito dengan jangka waktu tertentu. Selain itu, ada juga aset tanah dan bangunan yang tidak bisa cepat dialihkan ke bentuk saham.

Perkembangan Portofolio Investasi Lainnya

Reksadana menjadi portofolio investasi ketiga terbesar. Pada sembilan bulan terakhir tahun 2025, nilai reksadana mencapai Rp 70,60 triliun. Angka ini sedikit turun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar Rp 72,30 triliun dan tahun 2023 sebesar Rp 89,12 triliun.

Sukuk korporasi mengalami peningkatan, dengan total nilai sebesar Rp 53,92 triliun pada sembilan bulan terakhir tahun 2025. Angka ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar Rp 46,50 triliun dan tahun 2023 sebesar Rp 43,70 triliun.

Deposito sebagai salah satu portofolio investasi juga mengalami penurunan, dengan total nilai sebesar Rp 33,17 triliun pada sembilan bulan terakhir tahun 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar Rp 34,59 triliun dan tahun 2023 sebesar Rp 37,25 triliun.

Aset tanah dan bangunan mencatat peningkatan, dengan total nilai sebesar Rp 16,96 triliun pada sembilan bulan terakhir tahun 2025. Angka ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar Rp 16,03 triliun dan tahun 2023 sebesar Rp 14,62 triliun.

Penyertaan langsung juga mengalami peningkatan, dengan total nilai sebesar Rp 30,24 triliun pada sembilan bulan terakhir tahun 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar Rp 27,75 triliun dan tahun 2023 sebesar Rp 24,61 triliun.

Aset lain-lain mencatat penurunan, dengan total nilai sebesar Rp 5,05 triliun pada sembilan bulan terakhir tahun 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 sebesar Rp 5,79 triliun dan tahun 2023 sebesar Rp 7,77 triliun.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *