Daerah  

Perumda Tabanan Datangi Warga, Tawarkan Air Bersih Ganti Sumur Bor


Strategi Pemasaran Agresif Perumda TAB untuk Meningkatkan Akses Air Bersih

Perusahaan Daerah Air Minum Tabanan (Perumda TAB) kini memperkuat upaya pemasaran mereka untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses air bersih. Langkah ini dilakukan guna memperluas layanan di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan, termasuk desa-desa terpencil. Tujuan utama dari strategi ini adalah mengurangi penggunaan air sumur bor yang berlebihan.

Kasubag Humas Perumda TAB, I Putu Wahyu Untung Suardana, menyampaikan bahwa perusahaan siap memberikan layanan kepada masyarakat yang belum terlayani, baik warga setempat maupun warga tamu adat. “Perumda Tabanan siap melayani masyarakat yang belum memiliki layanan air bersih di seluruh area Kabupaten Tabanan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Salah satu contoh keberhasilan pemasaran agresif Perumda TAB adalah masuknya layanan air bersih ke Desa Kelembang, Kecamatan Penebel. Informasi tersebut diperoleh dari Kepala Desa setempat yang menyebutkan bahwa layanan air di sana belum optimal. Dengan informasi ini, Perumda TAB segera bertindak untuk memberikan solusi.

Selain itu, Perumda TAB juga aktif menawarkan layanan mereka kepada pengembang perumahan, vila, dan hotel di Tabanan. Tawaran ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan sumur bor ilegal atau berlebihan. Pihak Perumda TAB bersedia melakukan peninjauan lapangan dan perhitungan teknis untuk memenuhi permintaan layanan skala besar.

“Kami siap melayani pengembang, perumahan, vila, dan hotel, sehingga kita dapat menekan penggunaan sumber bor yang tidak terukur,” ujar Wahyu Untung Suardana, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan penggunaan air tanah.

Dalam hal kualitas layanan, Perumda TAB menjamin standar yang tinggi. Setiap bulan, mereka melakukan pengujian kualitas air di laboratorium. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa standar kualitas yang diberikan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan.

“Kami selalu menguji kualitas layanan kami di laboratorium setiap bulannya agar standar sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal yang ditetapkan,” tambah Wahyu Untung Suardana, menekankan pentingnya menjaga mutu air.

Perumda TAB juga melaporkan peningkatan signifikan dalam penanganan keluhan pelanggan selama tiga tahun terakhir. Perusahaan membedakan antara pengaduan eksternal, yaitu keluhan langsung dari pelanggan, dan pengaduan internal, seperti temuan petugas di lapangan. Mereka menyediakan kanal layanan pengaduan melalui media sosial dan WhatsApp yang siaga 24 jam.

“Kita memiliki kanal layanan pengaduan, baik di Instagram, Facebook, maupun WhatsApp, yang standby 24 jam untuk melayani pelanggan,” jelas Wahyu Untung Suardana, memastikan akses pelanggan terhadap layanan pengaduan.

Jumlah pengaduan eksternal pelanggan yang datang langsung ke kantor sangat sedikit, rata-rata di bawah 50 keluhan per tahun. Sebagian besar keluhan yang masuk bersifat parsial, bukan gangguan jaringan air mati berkepanjangan. Keluhan umumnya terkait masalah aksesoris bocor atau stop kran yang tersendat.

“Kami menekan supaya tidak ada pelanggan mengeluh pelayanan terganggu atau air mati berkepanjangan, rata-rata keluhan hanya masalah aksesoris saja,” tutup Wahyu Untung Suardana, mengklaim keberhasilan dalam mengurangi masalah utama layanan air.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *