Daerah  

Kisah Penjaga Makam di Jombang yang Rela Bekerja Tanpa Gaji Tetap


Kehidupan Seorang Penjaga Makam di Jombang

Di tengah kehidupan sehari-hari yang penuh tantangan, Cak Pul, seorang penjaga makam di Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjalani tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Sejak 10 tahun lalu, ia mulai akrab dengan suasana di kompleks pemakaman umum (TPU). Awalnya, ia hanya menjadi asisten dari juru kunci sebelumnya. Namun, setelah penjaga makam sebelumnya meninggal, ia akhirnya memegang posisi utama sebagai juru kunci.

Pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang mudah ditemukan seseorang yang berminat. Cak Pul mengaku bahwa dirinya menerima tanggung jawab karena tidak ada lagi yang mau mengurus TPU setelah penjaga sebelumnya pergi. Pada saat itu, ia diputuskan menjadi juru kunci, dibantu oleh Basuki, tetangganya. Hal ini dilakukan karena kompleks makam cukup luas dan menjadi tempat pemakaman bagi warga dari dua dusun di Desa Gedangan.

Tugas dan Tanggung Jawab Penjaga Makam

Sebagai penjaga makam atau juru kunci, Cak Pul memiliki berbagai tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan di kompleks makam. Tugas-tugas tersebut meliputi membersihkan kompleks makam, menentukan titik lokasi pemakaman bagi warga yang baru meninggal, hingga menggali tanah di lokasi pemakaman jenazah. Tugas ini tidak mengenal waktu dan cuaca. Kadang pagi hari, siang hari, atau pada malam hari, ia selalu siap untuk bekerja.

Pada musim hujan, ia dituntut untuk rajin mengecek kondisi setiap makam yang dikhawatirkan rusak atau tergerus hujan. “Tiap hari ke makam, mengecek dan membersihkan mana saja yang perlu dibersihkan,” ujar Cak Pul.

Menggali Makam di Berbagai Waktu

Cak Pul mengaku sudah terbiasa dengan kondisi darurat, seperti ketika ada warga yang ingin keluarganya dimakamkan pada malam hari. Ia sering diminta mempersiapkan liang kubur untuk warga yang baru meninggal, meski saat itu sudah menunjukkan waktu di atas pukul 21.00 WIB. “Sering kalau seperti itu. Pernah juga ada yang minta (pemakaman jenazah) pas hujan rintik-rintik. Ya tetap kita layani, meskipun waktu itu sudah jam sepuluhan malam,” katanya.

Untuk menggali makam, ia sering terbantu oleh gotong royong warga, terutama untuk pemakaman yang dilakukan pada waktu pagi, siang, atau sore hari. Namun, jika pemakaman dilakukan pada malam hari, ia sering hanya menggali liang kubur bersama Basuki, rekannya sesama penjaga makam. “Kalau malam sering-sering tidak ada yang membantu, biasanya hanya saya sama Pak Basuki. Tapi kalau pagi siang atau siang, banyak warga yang membantu,” ujar Cak Pul.

Penghasilan dari Peziarah

Sebagai penjaga makam atau juru kunci, Cak Pul maupun rekannya tidak mendapatkan gaji atau penghasilan tetap dari pemerintahan desa. Setiap bulan, ia memperoleh insentif rata-rata sebesar Rp 150.000 yang bersumber dari kotak infak yang berada di kompleks makam. Besaran insentif juga tergantung pada perolehan kotak infaq. Jika perolehan di bawah Rp 300.000, maka penghasilannya otomatis kurang dari Rp 150.000 per bulan.

“Kotak itu dibuka setiap bulan. Kalau dapat Rp 300.000 ya dibagi Rp 150.000, berdua dengan Pak Basuki. Kalau dapat lebih dari Rp 300.000, sisanya masuk kas,” tutur Cak Pul. Penghasilan lainnya berasal dari pemberian pihak keluarga yang dimakamkan. “Kadang ada yang ngasih Rp 20.000, ada yang Rp 10.000. Pernah dikasih Rp 5.000. Itu ya saya terima saja, enggak apa-apa yang penting ikhlas,” ujar dia.

Tunjangan dari Pemerintah Desa

Kepala Desa Gedangan, Soekarno, mengungkapkan bahwa para penjaga makam atau juru kunci memang tidak memperoleh gaji atau penghasilan dari pemerintahan desa. Para penjaga makam setiap tahun memperoleh tunjangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Tunjangan tersebut diberikan secara berkala tiap 6 bulan sekali.

Merujuk pada Peraturan Bupati Jombang Nomor 31 Tahun 2023, setiap penjaga makam dapat diberikan bantuan tunjangan atau insentif sebesar Rp 500.000 per tahun. Meskipun jumlahnya tidak besar, namun hal ini memberikan sedikit dukungan kepada para penjaga makam yang menjalani tugasnya dengan penuh dedikasi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *