Operasi Pencarian Korban Longsor di Majenang Memasuki Hari Kelima
Operasi pencarian korban tanah longsor yang terjadi di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap kembali berlangsung pada hari kelima. Proses evakuasi dan pencarian ini dilakukan oleh tim SAR Gabungan dengan semangat tinggi sejak bencana terjadi.
Dalam operasi hari ini, tim berhasil menemukan tiga korban dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan ini memperkuat upaya penyelamatan yang dilakukan untuk mencari korban lain yang masih hilang. Berdasarkan informasi dari SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Abdullah, proses pencarian hari kelima menggunakan lima metode utama. Metode tersebut meliputi pemantauan udara menggunakan drone thermal, pergerakan anjing pelacak K9, penggunaan alkon (pompa air) untuk mengurai lumpur, serta ekstrikasi modern dan manual. Selain itu, dukungan pengerukan menggunakan alat berat juga turut diterjunkan dalam operasi ini.
Ketiga korban yang ditemukan berada di sektor Worksite A-2 atau Dusun Cibuyut. Mereka adalah Nilna Nur Fauziah, 9 tahun, yang ditemukan pada pukul 08.57 WIB. Selanjutnya, Wafik Nur Aini Zahra, 15 tahun, ditemukan pada pukul 09.37 WIB, dan Cahyanto, 57 tahun, ditemukan pada pukul 09.50 WIB. Ketiganya kemudian dievakuasi ke Kamar posko Antemortem RSUD Majenang untuk penanganan lebih lanjut dan penyerahan kepada pihak keluarga.
Di lokasi lain, yaitu di Worksite B-2 atau Dusun Tarukahan, tim SAR Gabungan menemukan dua kendaraan bermotor yang diduga kuat milik korban. Kendaraan tersebut adalah Honda Beat dan Mio J, yang ditemukan pada pukul 09.11 WIB. Temuan ini memberikan indikasi bahwa ada korban lain yang masih dalam pencarian.
Dengan penemuan tiga korban hari ini, jumlah korban meninggal akibat bencana longsor di Majenang telah mencapai 16 orang. Saat ini, masih ada sekitar 7 korban yang belum ditemukan. Pencarian terus dilakukan di Worksite B1 dan B2 atau Dusun Tarukahan, di mana masih ada 6 korban yang hilang. Sementara itu, di Worksite A1 atau Dusun Cibuyut, masih ada satu korban yang hilang dan sedang dicari.
Proses pencarian ini tetap berlangsung dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif antara berbagai pihak. Tim SAR Gabungan terus berupaya keras untuk menemukan korban yang masih hilang, dengan harapan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban dan memastikan semua korban mendapatkan perlakuan yang layak.
Seiring berjalannya waktu, masyarakat dan pihak terkait tetap memberikan dukungan moral dan logistik untuk mendukung operasi pencarian. Semangat solidaritas dan kerja sama ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan operasi penyelamatan yang sangat krusial ini.
