Daerah  

PSSI, Shayne Pattynama, dan Thom Haye Dihukum Komdis FIFA, Sumardji: Ya Mau Gimana Lagi?


PSSI Menerima Sanksi dari Komdis FIFA, Ketua BTN: Tidak Bisa Mengajukan Banding

PSSI akhirnya menerima sanksi yang diberikan oleh Komite Disiplin (Komdis) FIFA terhadap dua pemain Timnas Indonesia dan federasi itu sendiri. Sumardji, ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa melakukan perlawanan terhadap keputusan tersebut karena hukuman yang diberikan bersifat final dan tidak dapat dibanding.

Beberapa waktu lalu, Komdis FIFA mengumumkan sejumlah sanksi yang diberikan kepada Indonesia terkait Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam proses ini, Indonesia mendapatkan tiga hukuman yang terkait dengan berbagai kejadian selama FIFA Matchday pada bulan Oktober 2025.

Dua dari tiga sanksi tersebut diberikan kepada dua pemain Timnas Indonesia, yaitu Shayne Pattynama dan Thom Haye. Mereka dianggap melakukan pelanggaran saat memainkan laga kedua Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pelanggaran terjadi tepatnya pada 11 Oktober 2025, ketika keduanya terlibat cekcok dengan perangkat pertandingan.

Thom Haye dan Shayne Pattynama melontarkan protes keras pasca pertandingan kepada wasit Ma Ning. Tindakan mereka dinilai sebagai perilaku buruk sesuai Pasal 14.1.j dalam aturan FIFA. Akibatnya, keduanya diwajibkan membayar denda sebesar 5000 CHF atau setara Rp 103 juta. Selain denda, mereka juga dilarang bermain selama empat pertandingan.

Selain hukuman terhadap pemain, PSSI juga mendapat sanksi denda sebesar Rp 1 miliar. Sanksi ini diberikan karena tindakan suporter yang melempar botol plastik ke arah lapangan menjelang pertandingan berakhir. Lemparan terjadi pada menit ke-85, karena pemain Irak sengaja mengulur waktu saat skuad Garuda tertinggal.

Sumardji, anggota Komite Eksekutif (Exco) sekaligus Ketua BTN PSSI, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak memiliki opsi untuk mengajukan banding terhadap keputusan FIFA. Menurutnya, keputusan yang dikeluarkan sudah bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

“Thom Haye, terus si Shayne. Mungkin juga akan saya (kena). Karena saya tanggal 18 (November). Kalau tidak salah sidangnya. Kalau tidak salah ya,” kata Sumardji saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin (17/11).

Ia menambahkan bahwa PSSI telah melakukan komunikasi dengan FIFA dan memastikan bahwa semua informasi telah disampaikan. Meskipun demikian, pihaknya tetap harus menerima sanksi yang diberikan.

“Tentang sanksi itu ya sudah kami jalani saja. Ya mau gimana lagi? Namanya juga sesuatu hal yang memang wajib untuk kami protes. Saya kira itu,” ucapnya.

Sumardji juga memastikan bahwa PSSI akan tetap kooperatif terhadap sanksi yang diberikan oleh Komdis FIFA. Ia menegaskan bahwa itulah satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh federasi dalam menghadapi hukuman tersebut.

Langkah yang Dilakukan PSSI

Sebagai langkah awal, PSSI akan segera memproses denda yang diberikan oleh FIFA. Hal ini dilakukan agar tidak ada penundaan yang berkepanjangan. Selain itu, federasi juga akan memperkuat komunikasi dengan para pemain dan suporter agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

PSSI juga akan memperbaiki sistem pengawasan selama pertandingan, termasuk memperketat pengawasan terhadap tindakan suporter. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua pihak mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan reputasi tim nasional.

Di sisi lain, PSSI juga akan memberikan edukasi kepada pemain tentang pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama pertandingan. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi pelanggaran yang terjadi, terutama terkait protes atau tindakan yang dianggap tidak sopan.

Dengan langkah-langkah tersebut, PSSI berharap dapat memperbaiki citra dan meningkatkan kinerja di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski sanksi yang diterima cukup berat, PSSI tetap optimis dapat bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik di masa depan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *